ANALISIS BUDAYA ORGANISASI DAN KINERJA PUSKESMAS PERAWATAN DI KOTA SURABAYA

LITA AULIANA, 100610027 (2010) ANALISIS BUDAYA ORGANISASI DAN KINERJA PUSKESMAS PERAWATAN DI KOTA SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-aulianalit-15238-kkckkf-k.pdf

Download (330kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-aulianalit-12684-kkckkf-a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pada hakikatnya budaya organisasi berkaitan dengan kinerja secara positif. Semakin kuat budaya organisasi, maka kinerja organisasi juga semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya organisasi dan kinerja Puskesmas perawatan di Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk membuat deskripsi tentang data yang telah dikumpulkan dengan tanpa maksud untuk membuat kesimpulan generalisasi dengan melakukan observasi pada sepuluh Puskesmas perawatan di Kota Surabaya. Penelitian dilakukan secara cross sectional dengan mengumpulkan data pada suatu waktu untuk menggambarkan keadaan dan kegiatan pada waktu tersebut. Berdasarkan data primer dengan menggunakan OCAI kepada petugas Puskesmas diperoleh hasil bahwa untuk kondisi organisasi saat ini tipe budaya organisasi di delapan dari sepuluh Puskesmas perawatan Kota Surabaya tahun 2010 menganut budaya Clan. Sedangkan dua Puskesmas lainnya menganut tipe budaya Hierarchy. Persamaan antara tipe budaya Clan dan Hierarchy adalah keduanya berorientasi pada internal focus and integration. Perbedaan utamanya adalah tipe budaya Clan berorientasi pada flexibility and discretion, sedangkan tipe budaya Hierarchy berorientasi pada stability and control. Berdasarkan data sekunder P2KPUS, dapat diketahui bahwa Puskesmas yang memiliki kinerja yang termasuk kategori baik adalah Puskesmas Balongsari, Puskesmas Pakis, Puskesmas Manukan Kulon, dan Puskesmas Jagir. Sedangkan Puskesmas yang memiliki kinerja yang termasuk kategori cukup adalah Puskesmas Sememi, Puskesmas Banyu Urip, Puskesmas Medokan Ayu, dan Puskesmas Tanah Kali Kedinding. Puskesmas yang memiliki kinerja yang termasuk kategori rendah adalah Puskesmas Tanjungsari dan Puskesmas Simomulyo. Kesimpulan pada penelitian ini adalah budaya organisasi Puskesmas perawatan di Kota Surabaya tidak ada keterkaitannya dengan kinerja pada masing-masing Puskesmas. Penyebab pertama, budaya organisasi tidak dengan sengaja dibentuk oleh pihak manajemen masing-masing Puskesmas, akan tetapi terbentuk dengan sendirinya. Kedua, kinerja Puskesmas yang diukur adalah dengan data sekunder, bukan data primer. Ketiga, faktor sumber daya manusia. Hendaknya Puskesmas membentuk budaya organisasi yang kuat sehingga dapat menghasilkan kinerja yang baik pula.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 76/10 Aul a
Uncontrolled Keywords: HEALTH SERVICES
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA771-771.7 Rural health and hygiene. Rural health services
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
LITA AULIANA, 100610027UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWidodo, J.P., dr., M.S., M.PH, Dr.PHUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 25 Feb 2011 12:00
Last Modified: 01 Aug 2016 12:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21966
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item