FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATOSIS PADA PENGOLAH IKAN PT MADURA PRIMA INTERNA, DESA JUMIANG, KECAMATAN PADEMAWU, KABUPATEN PAMEKASAN, MADURA

RISMA DIAN ANGGRAINI, 1008830279 (2010) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATOSIS PADA PENGOLAH IKAN PT MADURA PRIMA INTERNA, DESA JUMIANG, KECAMATAN PADEMAWU, KABUPATEN PAMEKASAN, MADURA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-anggrainir-15477-kkckkf-k.pdf

Download (359kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-anggrainir-12856-kkckkf-f.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dermatosis merupakan kelainan kulit yang timbul pada waktu bekerja atau disebabkan oleh pekerjaan. Pekerjaan sebagai pengolah ikan berpotensi untuk terjadinya dermatosis mengingat ikan mengandung Erysipelothrix (kuman yang dapat menyebabkan dermatitis) apalagi jika dilakukan tanpa memakai APD dan dengan personal higiene yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatosis pada pengolah ikan “PT. Madura Prima Interna” yang terletak di Kabupaten Pamekasan, Madura. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara cross sectional. pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua tenaga kerja PT. Madura Prima Interna yang datang pada saat penelitian (64 orang). Variabel dalam penelitian ini meliputi Dermatosis, umur, jenis kelamin, riwayat atopi, personal hygiene, masa kerja, lama istirahat, jenis pekerjaan , penggunaan APD, lama kerja dan frekuensi kontak dengan agen penyebab. Hubungan antar variabel dianalisis secara analitik menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0, 05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 42,19% responden mengalami dermatosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur (p=0,034), masa kerja (p= 0,003), lama kerja (p=0,042) dan frekuensi istirahat (p=0,000) ada hubungan dengan kejadian dermatosis. Sedangkan jenis kelamin (p=0,475), riwayat atopi (p=0,151), penggunaan APD (p= 0,494), Personal Higiene (p=0,748) dan frekuensi kontak dengan agen penyebab (p=0,801) tidak ada hubungan dengan kejadian dermatosis. Saran yang dapat diberikan adalah memberikan pengarahan tentang cara kerja yang aman terutama pada tenaga kerja baru, mengatur jam kerja dan istirahat yaitu istirahat setiap 4 jam kerja istirahat setengah jam, menyediakan APD untuk tenaga kerja, menyediakan sarana untuk kebersihan diri tenaga kerja dan melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 87/10 Ang f
Uncontrolled Keywords: DERMATOMYCOSES
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
RISMA DIAN ANGGRAINI, 1008830279UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMeirina Ernawati, , drh., M. KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 02 Mar 2011 12:00
Last Modified: 01 Aug 2016 12:10
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21970
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item