HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DINI DAN FOOD BELIEVE TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA KURANG GIZI RW 11 DAN 14 KELURAHAN UJUNG KECAMATAN SEMAMPIR KOTA SURABAYA

RIZKI AYU ANASTASYA, 100610036 (2010) HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DINI DAN FOOD BELIEVE TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA KURANG GIZI RW 11 DAN 14 KELURAHAN UJUNG KECAMATAN SEMAMPIR KOTA SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-anastasyar-16654-kkckkf-k.pdf

Download (20kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-anastasyar-13999-kkckkf-h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Makanan pendamping ASI (MP-ASI) saat ini kebanyakan diberikan pada saat usia dini. Selain adanya faktor pengetahuan ibu yang rendah, hal ini disebabkan karena adanya kepercayaan pada masyarakat sehingga pemberian (MP-ASI) dilakukan pada usia dini. Pemberian (MP-ASI) dini dapat berpengaruh terhadap adanya gangguan kesehatan pada balita, salah satunya adalah penyakit diare. Penyakit diare merupakan salah satu penyebab tertinggi kematian pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberian MP-ASI dini terhadap terjadinya diare pada balita kurang gizi. Metode yang digunakan yaitu studi cross sectional. Kriteria populasi yaitu balita yang diberikan MP-ASI dini, serta mempunyai indeks BB/U < -2 SD. Hasil screening memperoleh total populasi sebesar 64 balita. Jumlah sampel yaitu sebanyak 54 balita yang dipilih berdasarkan simpel random sampling. Indepth interview dilakukan kepada ibu kader untuk memperoleh informasi tentang adanya kepercayaan terhadap makanan yang berlaku di masyarakat setempat.Hasil antar variabel kemudian dianalisis dengan menggunakan Chi-square test, Fisher's Exact Test, Spearman dan Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan ibu (p=0,034), tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita (p=0,047), konsumsi air tajin dengan status gizi balita (p=0,047), konsumsi bubur SUN dengan status gizi balita (p=0,045), konsumsi susu formula dengan status gizi balita (p=0,046) serta konsumsi teh terhadap kejadian diare pada balita (p=0,047). Namun pemberian MP-ASI dini tidak berhubungan dengan terjadinya diare pada balita. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya kepercayaan yang cukup kuat yang berlaku di masyarakat khususnya dalam pemberian makanan tambahan. Tingkat pengetahuan ibu merupakan suatu hal yang paling penting dalam mejaga kesehatan balita. Untuk mengurangi terjadinya kasus kurang gizi, diperlukan adanya program pendidikan gizi ditingkat formal dan informal, selain itu, perlunya penyuluhan dan program KIE tentang cara praktik pemberian MP-ASI yang benar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 117/10 Ana h
Uncontrolled Keywords: FOOD CONSUMPTION AND GIZI
Subjects: T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
RIZKI AYU ANASTASYA, 100610036UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTrias Mahmudiono, , S.KM., M.PH (Nutr)UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 21 Mar 2011 12:00
Last Modified: 02 Aug 2016 01:46
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22022
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item