PERBEDAAN TINGKAT KONSUMSI ZINC DAN KADAR ZINC SALIVA PADA BALITA USIA 24-60 BULAN DENGAN STATUS GIZI NORMAL DAN STATUS GIZI KURANG

0UMI SOFIYANA (2010) PERBEDAAN TINGKAT KONSUMSI ZINC DAN KADAR ZINC SALIVA PADA BALITA USIA 24-60 BULAN DENGAN STATUS GIZI NORMAL DAN STATUS GIZI KURANG. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-sofiyanaum-16660-kkckkf-k.pdf

Download (385kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-sofiyanaum-14003-kkckkf-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Gizi kurang merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia. Penyebab utama dari gizi kurang adalah rendahnya tingkat konsumsi zat gizi meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Selain itu, defisiensi zinc merupakan faktor pendukung timbulnya gizi kurang. Defisiensi zinc mempengaruhi konsentrasi gustin, yang mana gustin berperan dalam pemeliharaan dan pembentukan kuncup indra pengecap. Kurangnya tingkat konsumsi protein berarti tingkat konsumsi zinc juga rendah karena zinc terdapat dalam makanan bersama protein. Di Indonesia, sekitar 58,5% rumah tangga mempunyai tingkat konsumsi protein dibawah rata-rata. Hal ini berarti 58,5% rumah tangga beresiko mangalami defisiensi protein dan zinc yang tentunya berdampak pada status gizi. Tujuan umum penelitian ini adalah mempelajari perbedaan tingkat konsumsi zinc dan kadar zinc saliva pada balita usia 24-60 bulan dengan status gizi normal dan gizi kurang. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mempelajari pola konsumsi makan balita meliputi jenis dan frekuensi makan. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat observasional dengan menggunakan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak balita usia 24-60 bulan yang mempunyai kriteria status gizi (BB/U) normal dan tidak normal (gizi kurang) yang ada di RW 8, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya dengan besar sampel sebanyak 34 balita yang ditentukan melalui metode simple random sampling. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik balita, karakteristik ibu, karakteristik keluarga, pola konsumsi dan tingkat konsumsi serta kadar zinc saliva. Data dikumpulkan dengan kuisioner dari rumah kerumah, keculai kadar zinc saliva yang diperoleh melalui pemeriksaan laboratorium. Data yang dikumpulkan akan dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dan uji t-sampel bebas. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat konsumsi zinc antara balita status gizi normal dengan balita status gizi kurang dengan nilai p>0,05. Berdasarkan hasil uji statistik t-sampel bebas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar zinc saliva pada balita status gizi normal dengan kadar zinc saliva balita status gizi kurang dengan nilai p < 0,05. Interpretasinya adalah pada balita dengan status gizi normal, kadar zinc saliva juga normal. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kadar zinc saliva yang rendah berpengaruh terhadap status gizi seseorang. Untuk itu perlu adanya perbaikan tingkat konsumsi zinc untuk memperbaiki status gizi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 120/10 Sof p
Uncontrolled Keywords: ZINC - GIZI
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene
T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
0UMI SOFIYANAUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBambang W, Prof., dr., M.S., M. CN., Ph.D, SpGKUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 21 Mar 2011 12:00
Last Modified: 02 Aug 2016 01:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22023
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item