HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI DENGAN ANEMIA DAN KEK PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS WONOAYU KABUPATEN SIDOARJO

MURDIANTO MUJI SETIAWAN, 100830217 (2010) HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI DENGAN ANEMIA DAN KEK PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS WONOAYU KABUPATEN SIDOARJO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-setiawanmu-14763-kkckkf-h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
6.pdf

Download (548kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kekurangan gizi masih menjadi masalah yang menjadi penyebab utama kematian ibu dan anak. Rendahnya gizi ibu hamil meningkatkan resiko KEK dan anemia. Anemia pada kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar Hb dibawah 11 gr/dl dan KEK adalah keadaan dimanan ibu penderita kekurangan makanan yang berlangsung menahun (kronis). Atas dasar kenyataan itu maka dilakukan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat konsumsi dengan anemia dan KEK pada ibu hamil di Puskesmas Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat konsumsi dengan anemia dan KEK pada ibu hamil, selain itu penelitian ini juga dimaksudkan untuk mempelajari karakteristik ibu hamil, pola konsumsi gizi, tingkat konsumsi gizi serta status anemia dan KEK. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dan sifatnya deskriptif analitik. Sedangkan berdasarkan waktu penelitiannya bersifat cross sectional. Jumlah sampel adalah 53 ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Wonoayu Kabupaten sidoarjo. Data yang dikumpulkan dengan kuesioner terdiri dari pola konsumsi gizi, tingkat konsumsi gizi, kadar hemoglobin dan LILA ibu hamil. Hubungan antara variabel dianalisis menggunakan chi- square dan Fisher’s Exact Test dengan α<0,05. Hasil penelitian diperoleh ibu hamil dengan anemia sebesar 34% dan ibu hamil dengan KEK sebesar 39,6%. Hasil uji statistik menunjukan terdapat hubungan signifikan dengan status anemia adalah tingkat pendidikan (=0,015), tingkat pengetahuan (=0,029), dan tingkat konsumsi zat besi (=0,043). Sedangkan faktor yang terdapat hubungan signifikan dengan KEK adalah karakteristik ibu hamil yang meliputi umur (=0,007), pekerjaan (=0,013), pendidikan (=0,004), pengetahuan (=0,001), kondisi fisik (=0,023), untuk aktivitas fisik (=0,018), dan tingkat konsumsi gizi yang meliputi konsumsi energi (=0,000), konsumsi protein (=0,020), konsumsi vitamin C (=0,004), konsumsi zat besi (=0,003), konsumsi asam folat (=0,016) dan konsumsi vitamin B12 (=0,011). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan dan tingkat konsumsi zat besi memiliki hubungan signifikan dengan terjadinya anemia. Sedangkan karakteristik ibu hamil (umur, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan dan aktivitas fisik), kondisi fisik, tingkat konsumsi gizi (energi, protein, vitamin C, zat besi, asam folat dan vitamin B12). Untuk itu perlu peningkatan pengetahuan melalui pemberian informasi tentang gizi dan peningkatan konsumsi zat besi pada ibu hamil dengan anemia sedangkan perbaikan dan peningkatan tingkat konsumsi gizi (energi, protein, vitamin C, zat besi, asam folat dan vitamin B12) sangat diperlukan pada ibu hamil dengan KEK.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 172-10 Set h
Uncontrolled Keywords: PREGNANCY AND ANEMIA
Subjects: Q Science > Q Science (General) > Q179.9-180 Research
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG500-991 Obstetrics > RG551-591 Pregnancy
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
MURDIANTO MUJI SETIAWAN, 100830217UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMerryana Adriani, Dr.,S.KM.,M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 01 Apr 2011 12:00
Last Modified: 02 Aug 2016 02:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22068
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item