HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, BODY IMAGE DAN POLA KONSUMSI PANGAN DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DI KABUPATEN LUMAJANG

FITRIA HASTUTIK IS HARTONO, 100610012 (2010) HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, BODY IMAGE DAN POLA KONSUMSI PANGAN DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DI KABUPATEN LUMAJANG. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-hartonofit-14771-kkckkf-h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
5.pdf

Download (452kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Remaja putri memiliki karakteristik yang unik dan seringkali terperangkap dalam permasalahan gizi. Selain pola konsumsi, salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi adalah tingkat aktivitas fisik dan konsep yang salah tentang body image. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik, body image dan pola konsumsi dengan status gizi. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah remaja putri diambil 60 siswi secara simple random sampling. Data yang dikumpulkan adalah status gizi dengan metode BMI for ages dan data lain seperti karakteristik remaja putri, aktivitas fisik, body image dan pola konsumsi dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan status resiko gizi kurang (31,7%), status gizi normal (46,7%) dan gizi lebih (21,6%). Hasil uji menunjukkan ada hubungan negatif signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan status gizi (p=0,046, rs= -0,259) artinya jika tingkat aktivitas fisik ringan maka status gizinya lebih, adakan olah raga senam setiap hari jumat. Ada hubungan positif signifikan antara frekuensi makan dengan status gizi (p=0,002, rs= 0,398) artinya frekuensi makan >3 kali maka terdapat status gizi lebih, adakan pengontrolan pola makan terhadap status gizi lebih. Ada hubungan negatif signifikan antara total skor Health Diet Indicator (HDI) dengan status gizi (p=0,000; rs= -0,742) artinya jika total skor HDI rendah maka ada gangguan terhadap status gizinya karena semua responden tidak ada yang memenuhi 8 indikator HDI. Pada responden dengan resiko gizi kurang melakukan upaya penurunan berat badan dengan mengkonsumsi obat pelangsing, sedangkan pada responden dengan status gizi normal melakukan upaya penurunan berat badan dengan cara diet (mengurangi porsi makan). Perlunya diadakan penyuluhan tentang bahaya gangguan makan dan bahaya penurunan berat badan tanpa didampingi ahli nutrisi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 216/10 Har h
Uncontrolled Keywords: INDUSTRIAL ACCIDENTS
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV675-677 Accidents. Prevention of accidents
T Technology > T Technology (General) > T55-T55.3 Industrial safety. Industrial accident prevention
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
FITRIA HASTUTIK IS HARTONO, 100610012UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSri Adiningsih, Dr., dr., M.S., M.CNUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 01 Apr 2011 12:00
Last Modified: 02 Aug 2016 02:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22074
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item