HUBUNGAN PAPARAN ASAP ROKOK DENGAN FREKUENSI KEKAMBUHAN ASMA BRONKIAL

MUTIARA FARAH DITA, 100610165 (2010) HUBUNGAN PAPARAN ASAP ROKOK DENGAN FREKUENSI KEKAMBUHAN ASMA BRONKIAL. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-ditamutiar-14845-kkckkf-h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
7.pdf

Download (530kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Asma bronkial merupakan penyakit yang dapat dicegah atau dikontrol progresivitasnya bila patogenesis penyakit dipahami dengan baik. Asma bronkial yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan kekambuhan yang bisa mengganggu kualitas hidup. Kekambuhan asma bronkial dapat dicegah dengan menghindari faktor pencetus, salah satunya adalah asap rokok. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan paparan asap rokok dengan frekuensi kekambuhan asma bronkial. Rancang bangun penelitian ini adalah case control. Sampel kasus adalah penderita asma bronkial yang sering kambuh di Poli Paru RSUD Dr. M. Soewandhie sebanyak 36 orang. Sampel kontrol yaitu penderita asma bronkial yang jarang kambuh di Poli Paru RSUD Dr. M. Soewandhie sebanyak 36 orang. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Variabel bebas adalah umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan, jumlah perokok aktif, lama paparan asap rokok, jumlah rokok yang dihisap perokok aktif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi square dengan α=0,05 Odds Ratio dihasilkan dari Epi Info StatCalc. Hasil penelitian ini diperoleh jumlah perokok aktif 1–2 orang OR=4,09 (95% CI=1,02–17,25) jumlah perokok aktif >2 orang OR=16,15 (95% CI=3,09–96,93) lama paparan ≤15 menit/hari OR=4,43 (95% CI=1,09–18,97) lama paparan >15 menit/hari OR=12,92 (95% CI=2,67–70,18) jumlah rokok 1–10 batang/hari OR=5,26 (95% CI= 1,36–21,54) dan jumlah rokok >10 batang/hari OR=12,35 (95% CI=2,29–76,25). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara jumlah perokok aktif, lama paparan asap rokok, dan jumlah rokok yang dihisap oleh perokok aktif dengan frekuensi kekambuhan asma bronkial. Saran yang dapat diberikan yaitu sebaiknya bagi para anggota keluarga yang merokok hendaknya tidak melakukan kebiasaan tersebut di dekat penderita asma bronkial dan bagi penderita asma bronkial sebaiknya menghindari paparan asap rokok di rumah dan tempat kerja dengan tidak berdekatan dengan orang yang sedang merokok.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 222/10 Dit h
Uncontrolled Keywords: ASTHMATICS AND SMOKE
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD878-894 Special types of environment. Including soil pollution, air pollution, noise pollution
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
MUTIARA FARAH DITA, 100610165UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSanti Martini, , dr., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 04 Apr 2011 12:00
Last Modified: 02 Aug 2016 02:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22086
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item