KARAKTERISTIK TENAGA KERJA, KELUHAN SUBJEKTIF DAN PENERAPAN LOCAL EXHAUST VENTILATION (LEV) DI SEKSI FINISH MILL PT. SEMEN GRESIK (PERSERO) TUBAN

FEBY INDERA PERDANA, 100610044 (2010) KARAKTERISTIK TENAGA KERJA, KELUHAN SUBJEKTIF DAN PENERAPAN LOCAL EXHAUST VENTILATION (LEV) DI SEKSI FINISH MILL PT. SEMEN GRESIK (PERSERO) TUBAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-perdanafeb-18117-kkckkf-k.pdf

Download (321kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-perdanafeb-15177-kkckkf-k.pdf
Restricted to Registered users only until 2020.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Debu merupakan pencemar utama pada proses pembuatan semen. Paparan debu yang berulang dan menahun dapat menyebabkan gangguan pada saluran pernafasan, mata dan kulit. Terdapat berbagai cara untuk mengendalikan kadar debu di udara tempat kerja. Upaya pengendalian yang paling efisien adalah dengan pemasangan LEV pada sumber debu. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik tenaga kerja, keluhan subjektif yang dialami oleh tenaga kerja, penerapan LEV dan kadar debu di Seksi Finish Mill Tuban 2 PT. Semen Gresik (Persero) Tuban. Rancang bagun penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Objek penelitan ini adalah LEV dan 17 orang tenaga kerja di Seksi Finish Mill Tuban 2 PT. Semen Gresik (Persero) Tuban. Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara, serta data sekunder diperoleh dari perusahaan. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif dengan narasi dan tabulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja sebagian besar berumur 31-40 (76,47%), memiliki masa kerja 11-15 tahun (52,94%), tidak mempunyai kebiasaan merokok (58,82%), mempunyai pendidikan terakhir SMA/SMK (100%), selalu menggunakan masker saat bekerja (100%), tidak menggunakan pelindung mata saat bekerja (60%), tidak memiliki riwayat penyakit pernafasan (100%), dan tidak memiliki riwayat alergi pada kulit (82,35%). Keluhan subjektif yang paling banyak dialami oleh tenaga kerja adalah keluhan pernafasan (88,23%). Desain LEV sudah sesuai dengan standar ACGIH kecuali pada ducting system dan kadar debu masih berada di bawah NAB (10 mg/m3). Dalam upaya meningkatkan efektifitas LEV perusahaan hendaknya memperhatikan sudut antara main duct dan brain duct yaitu tidak lebih dari 450 dan sudut yang terbentuk pada elbow tidak terlalu tajam, meningkatkan pemeriksaan dan pemantauan terhadap kinerja LEV, menyediakan respirator khusus untuk tenaga kerja yang mengalami sesak nafas ketika bekerja, tenaga kerja hendaknya memakai alat pelindung mata saat bekerja, tidak menggunakan kompresor untuk membersihkan pakaian kerja dan bagian tubuh yang terkontaminasi oleh debu serta tidak menggunakan sapu saat membersihan lantai tempat kerja. Perlu penambahan jumlah pengukuran pada masing-masing titik pengukuran debu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 206/10 Per k
Uncontrolled Keywords: RESPIRATORY COMPLAINT
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC705-779 Diseases of the respiratory system
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
FEBY INDERA PERDANA, 100610044UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNoeroel Widajati, , S.KM, M. ScUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 30 Apr 2011 12:00
Last Modified: 11 Jun 2017 19:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22102
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item