HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI KARBOHIDRAT, LEMAK, SERAT DAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN SINDROMA METABOLIK (Studi Di Poli Interna Rumah Sakit Umum Haji Surabaya)

NASRIA RAUF, 100610059 (2010) HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI KARBOHIDRAT, LEMAK, SERAT DAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN SINDROMA METABOLIK (Studi Di Poli Interna Rumah Sakit Umum Haji Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-raufnasria-15182-kkckkf-h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
6.pdf

Download (165kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Asupan makanan yang berlebih dan gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan olahraga yang kurang, kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol kemungkinan merupakan faktor yang menjadi penyebab meningkatnya prevalensi obesitas dan sindroma metabolik. Data yang diperoleh dari Rumah Sakit Umum Haji Surabaya tahun 2007-2009 menunjukkan adanya peningkatan kunjungan pasien penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus sebesar 14,9%, hipertensi sebesar 16,6% dan dislipidemia sebesar 78,1%. Akan tetapi, tidak ada data mengenai asupan gizi dan gaya hidup. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan tingkat konsumsi karbohidrat, lemak, serat dan gaya hidup (kebiasaan olahraga, merokok dan konsumsi alkohol) dengan kejadian sindroma metabolik pada pasien di Poli Interna Rumah Sakit Umum Haji Surabaya. Penelitian dilaksanakan secara observasional analitik dengan rancangan cross sectional, dengan sampel sebanyak 42 sampel yang didapatkan melalui teknik systematic random sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner gaya hidup untuk mengetahui gaya hidup, form Food Recall 2x24 jam untuk menganalisa asupan gizi dan pemeriksaan fisik untuk mengetahui lingkar perut pasien. Data sekunder diperoleh dari hasil pemeriksaan tekanan darah oleh perawat dan hasil pemeriksaan laboratorium pasien rawat jalan baru yang melakukan pemeriksaan gula darah puasa, trigliserida dan kolesterol darah selama bulan 27 April - 27 Mei 2010. Hasil menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara tingkat konsumsi lemak dengan kejadian sindroma metabolik (ᵪ2, p=0,029, Phi=0,391). Terdapat korelasi yang signifikan antara tingkat konsumsi serat dengan kejadian sindroma metabolik (ᵪ2, p=0,032, Phi=0,376) dan terdapat korelasi yang signifikan antara kebiasaan olahraga dengan kejadian sindroma metabolik (ᵪ2, p=0,000, Phi= 0,648). Kesimpulan penelitian adalah kejadian sindroma metabolik mempunyai korelasi dengan tingkat konsumsi lemak, serat dan kebiasaan olahraga. Disarankan adanya upaya pencegahan melalui penyuluhan pada pasien di Poli Interna Rumah Sakit Umum Haji Surabaya mengenai pencegahan risiko sindroma metabolik dengan berolahraga secara teratur, mengatur pola makan yang tinggi serat, rendah lemak, rendah kolesterol dan rendah garam serta kontrol kesehatan berkala pada kelompok yang berisiko sindroma metabolik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 215/10 Rau h
Uncontrolled Keywords: FOOD HABIT AND METABOLIC SYNDROME
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA601-602 Food and food supply in relation to public health
T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
NASRIA RAUF, 100610059UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSri Adiningsih, Dr. dr. , M.S., MCNUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 30 Apr 2011 12:00
Last Modified: 02 Aug 2016 08:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22107
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item