FAKTOR YANG BERHUBUNGAN ANTARA KESEMBUHAN PENGOBATAN TB PARU DENGAN OAT STRATEGI DOTS DI PUSKESMAS BURNEH BANGKALAN

SYAMSUL MUARIF, 100830292 (2010) FAKTOR YANG BERHUBUNGAN ANTARA KESEMBUHAN PENGOBATAN TB PARU DENGAN OAT STRATEGI DOTS DI PUSKESMAS BURNEH BANGKALAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak FKM 201-10 Mua f.pdf

Download (307kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-muarifsyam-15186-kkckkf-f.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tuberkulosis Paru di Indonesia merupakan negara dengan pasien TB terbanyak ke-3 di dunia setelah India dan Cina. Diperkirakan jumlah pasien TB di Indonesia sekitar 10% dari total jumlah pasien TB didunia. Pada tahun 2004, diperkirakan penurunan insiden TB BTA positif secara Nasional 3-4% setiap tahunnya. Sampai tahun 2005, program Penanggulangan TB dengan Strategi DOTS menjangkau 98% Puskesmas, sementara rumah sakit dan BP4/RSP baru sekitar 30%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan antara kesembuhan pengobatan TB Paru dengan OAT strategi DOTS di Puskesmas Burneh Bangkalan. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan Case Control. Wawancara dilaksanakan pada 44 pasien TB Paru BTA positif. Pengambilan sampel menggunakan Sampling Jenuh (Semua populasi di ambil semua). Wawancara mendalam dilakukan untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang variabel-variabel yang diteliti. Variabel bebas penelitian adalah karakteristik pasien (Umur, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan), pengetahuan pasien, persepsi pasien terhadap sikap petugas, kepatuhan minum obat, riwayat penyakit yang menyertai dan informasi yang didapat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pengetahuan di dapatkan nilai OR sebesar 1,90 dan kuat hubungannya lemah dengan prosentase 15,56%. Variabel persepsi penderita terhadap sikap petugas di dapatkan nilai OR seharga 1,20 dan kuat hubungannya sangat lemah dengan prosentase 0%. Nilai OR untuk variabel kepatuhan minum obat sebesar 4,64 dan kuat hubungannya lemah dengan prosentase 17,14%. Variabel riwayat penyakit yang menyertai mempunyai nilai OR sebesar 1,25 dan kuat hubungannya sangat lemah dengan prosentase 0,14%. Sedangkan variabel informasi yang didapat penderita nilai OR sebesar 0,70 dan kuat hubungannya lemah dengan prosentase 6,08%. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah kepatuhan minum obat mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk sembuh, dan informasi yang didapat pasien mempunyai risiko yang lebih rendah untuk sembuh. Untuk meningkatkan kepatuhan minum obat perlu dilakukan memberikan motivasi yang terus menerus kepada pasien baik oleh petugas kesehatan maupun pengawas menelan obat dirumah agar pasien dapat minum obat secara teratur.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 201/10 Mua f
Uncontrolled Keywords: TUBERCOLOSIS, PULMONARY
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RC Internal medicine > RC306-320.5 Tuberculosis
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
SYAMSUL MUARIF, 100830292UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorArief Hargono, , drg., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 30 Apr 2011 12:00
Last Modified: 03 Aug 2016 00:56
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22111
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item