HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI PROTEIN, LEMAK DAN KARBOHIDRAT SEDERHANA DENGAN KADAR ASAM URAT DARAH PADA PENDERITA GOUT ARTRITIS

DITA ALIFIASARI, 100610172 (2010) HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI PROTEIN, LEMAK DAN KARBOHIDRAT SEDERHANA DENGAN KADAR ASAM URAT DARAH PADA PENDERITA GOUT ARTRITIS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-alifiasari-15192-kkckkf-h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (945kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
1.pdf

Download (176kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Di Indonesia, gout artritis menduduki urutan kedua terbanyak setelah penyakit osteoartritis (OA). Gout artritis merupakan salah satu jenis rematik yang disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan tingkat konsumsi protein, lemak dan karbohidrat sederhana dengan kadar asam urat darah pada penderita gout artritis. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan cross sectional yang bersifat observasional. Populasi penelitian adalah seluruh penderita gout artritis di Poli Syaraf Instalasi Rawat Jalan RSU Haji Surabaya, dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden penderita gout artritis. Sampel didapat dengan cara accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, form kebiasaan makan, form frekuensi makanan dan form recall makanan. Pengolahan data menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui distribusi frekuensi dan tabulasi silang. Kuat lemahnya hubungan dilihat dari nilai koefisien kontingensinya. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang lemah antara tingkat konsumsi protein, lemak dan karbohidrat sederhana dengan kadar asam urat darah. Sebagian besar penderita gout artritis mengalami hiperurisemia, yaitu sebesar 65%. Sebesar 30% memiliki tingkat konsumsi protein berlebih mengalami hiperurisemia (c=0,257), sebesar 45% memiliki tingkat konsumsi lemak berlebih mengalami hiperurisemia (c=0,344), dan sebesar 50% memiliki tingkat konsumsi karbohidrat sederhana berlebih mengalami hiperurisemia (c=0,313). Kesimpulan yang dapat ditarik adalah tingkat konsumsi protein, lemak dan karbohidrat sederhana yang berlebih mempunyai kecenderungan mengalami hiperurisemia, walaupun secara statistik menunjukkan hubungan yang lemah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 187/10 Ali h
Uncontrolled Keywords: FOOD CONSUMPTION URIC ACID
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA601-602 Food and food supply in relation to public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
DITA ALIFIASARI, 100610172UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLailatul Muniroh, , S.KM., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 30 Apr 2011 12:00
Last Modified: 03 Aug 2016 01:01
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22117
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item