FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGGI BADAN ANAK UMUR 1 - 5 TAHUN WASTING DI KOTA SURABAYA TAHUN 2010

J A W A W I, 100830229 (2010) FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGGI BADAN ANAK UMUR 1 - 5 TAHUN WASTING DI KOTA SURABAYA TAHUN 2010. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-jawawi-18573-kkckkf-k.pdf

Download (264kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-jawawi-15443-kkckkf-f.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pencapaian pembangunan manusia diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM Indonesia belum menggembirakan, tahun 2007 berada di peringkat 111 dari 182 negara, lebih rendah dibanding negara tetangga. Kurang gizi akan mengakibatkan kegagalan pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan kecerdasan, menurunkan produktivitas, meningkatkan kesakitan dan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tinggi badan anak umur 1 - 5 tahun wasting di Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain crossectional di Kota Surabaya. Populasi penelitian seluruh balita kurus umur 1 – 5 tahun sebanyak 1.011 balita, dengan sampel 75 balita yang ditentukan secara kluster random sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Pebruari s/d April 2010 dengan cara wawancara, obeservasional menggunakan kuesioner, pengukuran berat badan dan tinggi/panjang badan, dan food recall. Data yang terkumpul di analisa secara diskriptif analitik, selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel frekuensi, tabel silang dan dalam bentuk grafik. Untuk mengetahui hubungan antar variabel dilakukan uji chi-square. Hasil penelitian diketahui bahwa, sebanyak 16,0% balita wasting sangat pendek, 32,0% pendek dan hanya 52,0% kategori normal. Hasil analisis statistik diketahui bahwa faktor yang berhubungan dengan tinggi badan balita secara berurutan dari yang paling kuat sampai dengan yang terlemah adalah sebagai berikut : kejadian penyakit infeksi, Tingkat pendapatan keluarga, pendidikan ayah, pemberian kolostrum, personal hygiene, serta frekuensi dan variasi makan anak (p<�1537; 0,05). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan tinggi badan balita wasting antara lain pendidikan ibu, jumlah balita dalam keluarga, jumlah anggota keluarga, kelengkapan imunisasi, pemberian ASI eksklusif dan pola pemberian MP-ASI (p>�1537; 0,05) Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masalah tinggi badan pada balita wasting banyak berhubungan dengan keadaan sosial ekonomi keluarga, penyakit infeksi, kebersihan diri dan lingkungan serta asupan zat gizi. Sehingga dalam penanganannya juga membutuhkan strategi yang berbeda, agar diperoleh hasil yang optimal yang dapat meningkatkan tinggi badannya serta diperlukan adanya kegiatan pemantauan tinggi badan secara teratur melalui posyandu

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 236/10 Jaw f
Uncontrolled Keywords: CHILDREN-NUTRITITIONAL ASPECTS BODY SIZE
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV697-3024 Special classes > HV701-1420.5 Children
T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
J A W A W I, 100830229UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDR. Bambang W, Prof., dr., M.S., M.CN, Ph.D, SpGKUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 10 May 2011 12:00
Last Modified: 03 Aug 2016 06:46
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22132
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item