BEBERAPA FAKTOR YANG BERKAITAN DENGAN POLA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF (Studi Kasus di Kelurahan Moru Kecamatan Moru Kabupaten Alor Propinsi Nusa Tenggara Timur)

MUHTAR ZAMA, 100431305 (2006) BEBERAPA FAKTOR YANG BERKAITAN DENGAN POLA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF (Studi Kasus di Kelurahan Moru Kecamatan Moru Kabupaten Alor Propinsi Nusa Tenggara Timur). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-zamamuhtar-2315-fkm560-k.pdf

Download (348kB)
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-zamamuhtar-2315-fkm56_06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

ASI eksklusif adalah "pemberian hanya ASI saja tanpa makanan dan minuman lain", ASI eksklusif dianjurkan sampai 4-6 bulan pertama kehidupan. Pelaksanaan ASI eksklusif masih memprihatinkan, Bila dilihat dari faktor sosial budaya di Indonesia sebagian besar masyarakat daerah masih memberikan cairan (seperti air putih, madu) dan makanan (seperti Pisang, nasi lumat) selain ASI pada bulan pertama kehidupan bayi. Ironisnya, pemberian cairan dan makanan lain tersebut justru sebelum bayi mendapat ASI sama sekali. Rendahnya praktik pola pemberian ASI eksklusif di Indonesia diduga karena banyak faktor yaitu antara lain, mereka tidak tahu melakukan, dan mereka tahu tetapi tidak melakukan. Temuan penting lainya adalah bahwa bidan menyatakan setuju untuk memberikan susu formula kepada bayi baru lahir dan sebagian dari ibu–ibu di anjurkan oleh petugas kesehatan untuk memberi susu formula pada minggu pertama setelah kelahiran. Sumber promosi–promosi susu formula adalah pelayan kesehatan seperti iklan susu formula di rumah sakit, di praktek klinik swasta dan di Puskesmas. Lebih jauh lagi ibu–ibu menyatakan menerima susu formula bayi melalui Rumah sakit atau rumah bersalin, dan ibu menerima hadiah dari perusahaan susu formula untuk bayi. Tujuan penelitian ini adalah Mempelajari faktor–faktor yang berkaitan dengan pola pemberian ASI eksklusif di Kelurahan Moru wilayah kerja Puskesmas Moru Kecamatan Moru Kabupaten Alor. Penelitian ini bersifat Deskriptif yang datanya di kumpulkan secara cross sectional dengan sampel ibu yang memiliki baduta usia 6-24 bulan dengan jumlah sampel sebanyak 49 responden. Pengumpulan data primer melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner dan data sekunder diperoleh dari data Kelurahan, Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah : Sosial budaya, Informasi dan promosi, peran petugas kesehatan, peran keluarga, Fisiologis ibu dan sosial ekonomi. Hasil penelitian di ketahui bahwa faktor-faktor yang berkaitan dengan pola pemberian ASI secara eksklusif adalah Tingkat pengetahuan, peran petugas kesehatan dan peran keluarga. Dengan demikian perlunya bimbingan dan dorongan dari pihak keluaraga serta konsultasi dan penyuluhan dari petugas kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam meningkatkan pola pemberian ASI secara eksklusif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM. 56/06 Zam b
Uncontrolled Keywords: ASI Eksklusif, pertumbuhan, baduta.
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG491-499 Diseases of the breast
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ251-325 Newborn infants Including physiology, care, treatment, diseases
T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Gizi Kesehatan
Creators:
CreatorsEmail
MUHTAR ZAMA, 100431305UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSri Sumarmi, S.KM., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 29 Sep 2006 12:00
Last Modified: 01 Oct 2016 06:44
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22150
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item