POLA KONSUMSI DAN STATUS GIZI BALITA PADA KELUARGA MISKIN PENERIMA BLT (BANTUAN LANGSUNG TUNAI) DI PERKOTAAN (Studi di Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Mulyorejo kota Surabaya)

MOCHAMAD EFENDI, 100210954 (2006) POLA KONSUMSI DAN STATUS GIZI BALITA PADA KELUARGA MISKIN PENERIMA BLT (BANTUAN LANGSUNG TUNAI) DI PERKOTAAN (Studi di Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Mulyorejo kota Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-mochamadef-2460-fkm127-k.pdf

Download (340kB)
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-mochamadef-2460-fkm127_-6.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM pada bulan Oktober 2005 telah mernberikan dampak terhadap keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Harga--harga kebutuhan pokok pangan meningkat hampir dua kali lipat. Keluarga miskin lebih merasakan dampaknya karena kebutuhan pangannya menjadi sulit dijangkau, terutama keluarga miskin yang ntempuuyai balita. Di sisi lain, kebutuhan gizi harus selalu tercukupi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pola konsumsi dan status gizi balita pada keluarga miskin penerirna BLT di perkotaan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah balita berusia 0-59 bulan berjumlah 47 balita dari keluarga miskin yang menerima BLT dan mempunyai KMS di Kelurahan Mulyorejo, sedangkan responden adalah ibu balita. Cara pengambilan sampel dilakukan dengan Cara multistage random sampling. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan observasi dengan kiuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (29,79%) jenis makanan yang dikonsumsi balita adalah nasi, sayur, dan lauk dengan frekuensi makan 3 kali dan tidak mempunyai pantangan makan. Status gizi balita sebagian besar (51,05%) adalah gizi baik. Keluarga miskin menggunakan BLT untuk berbagai jenis kebutuhan. Sebagian besar (21,28%) menggunakan BLT untuk membeli bahan makanan dan membayar sewa rumah_ Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pola konsumsi pangan (jenis makanan, frekuensi makan, dan pantangan makan) dengan status gizi (p > 0,05). Dianjurkan agar BLT digunakan dengan prioritas untuk memenuhi kebutuhan balita dan kebutuhan dasar lainnya karena pemerintah tidak selamanya mentberikan bantuan uang tunai kepada keluarga miskin.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM. 127/06 Efe p
Uncontrolled Keywords: BLT Mantuan Langsung Tunai), pola konstunsi pangan, status gizi, Direct Cash Transfer (‘BLT’ ), food consumption pattern, nutritional status
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV4023-4470.7 Poor in cities. Slums
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ251-325 Newborn infants Including physiology, care, treatment, diseases
T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Gizi Kesehatan
Creators:
CreatorsEmail
MOCHAMAD EFENDI, 100210954UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAnnis Catur Adi, Ir., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 06 Oct 2006 12:00
Last Modified: 06 Jul 2017 22:33
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22160
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item