FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMATIAN NEONATAL DI KABUPATEN BLITAR (Studi Di Puskesmas Gandusari Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar)

SITI ALFIAH, 100211005 (2006) FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMATIAN NEONATAL DI KABUPATEN BLITAR (Studi Di Puskesmas Gandusari Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-alfiahsiti-2536-fkm143-k.pdf

Download (343kB)
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-alfiahsiti-2536-fkm143_-6.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Angka kematian neonatal adalah angka kematian bayi umur 0 — 28 hari pada satu tahun per 1000 kelahiran hidup pada tahun yang sama. Menurut SDKI tahun 2002/2003 angka kematian neonatal di Indonesia sebesar 20 per 1000 kelahiran hidup. Ini berarti dalam setahun ada 89.760 bayi berumur kurang dari 30 hari yang meninggal atau kurang lebih 246 neonatal meninggal setiap hari atau 10 kematian neonatal setiap jam. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh beberapa faktor ibu (paritas, umur ibu, jarak kelahiran), faktor pelayanan kesehatan (imunisasi TT, penolong persalinan, antenatal care), faktor bayi (berat badan lahir rendah) dan faktor sosial ekonomi (pendidikan dan pekerjaan ibu) terhadap kematian neonatal. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain kasus kontrol. Sampel kasus adalah bayi lahir hidup dan mengalami kematian neonatal sebesar 13 bayi. Sampel kontrol adalah bayi lahir hidup dan tidak mengalami kematian neonatal sebesar 52 bayi. Perbandingan kasus : kontrol yaitu 1 : 4 sebesar 13 bayi : 52 bayi. Analisis data dengan cars penghitungan nilai Odds Ratio pada 95 % CI (Convidence Interval) Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap kematian neonatal adalah pemberian ASI dengan OR = 114,75 (9,95 < OR < 5115,69) dan berat badan lahir rendah dengan OR = 14 (2,23 < OR < 100,27). Sedangkan imunisasi TT dengan OR = 0,44 (0,10 < OR < 1,89), pendidikan ibu dengan OR = 3,09 (0,68 < OR < 19,13), umur ibu dengan OR = 2,99 (0,65 < OR < 13,82), penolong persalinan dengan OR = 0.00 (0,00 < OR < 21,78), pemeriksaan kehamilan dengan OR = 1,00 (0,02 < OR < 11,41), paritas dengan OR = 0,92 (0,22 < OR < 3,77), jarak kelahiran dengan OR = 1,17 (0,29 < OR < 5,20), pekerjaan ibu dengan OR = 2,40 (0,59 < OR < 9,91) tidak berpengaruh terhadap kematian neonatal. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar dilakukan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang cara pemberian ASI dan cara merawat kehamilan yang baik, serta pencegahan terjadinya bayi berat badan lahir rendah melalui penyuluhan secara rutin di puskesmas dan polindes.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 143/06 Alf f
Uncontrolled Keywords: neonatal mortality, risk factors
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA619-637 Disposal of the dead. Undertaking. Burial. Cremation. Cemeteries
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ251-325 Newborn infants Including physiology, care, treatment, diseases
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Epidemiologi
Creators:
CreatorsEmail
SITI ALFIAH, 100211005UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorFariani Syahrul, S.KM., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 11 Oct 2006 12:00
Last Modified: 11 Jun 2017 18:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22193
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item