HUBUNGAN KEBIASAAN HIDUP DAN DUKUNGAN KELUARGA LANSIA DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS RENDANG KARANG ASEM BALI TAHUN 2008

GDE PUTRA TIRTAYASA, 100630247 (2008) HUBUNGAN KEBIASAAN HIDUP DAN DUKUNGAN KELUARGA LANSIA DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS RENDANG KARANG ASEM BALI TAHUN 2008. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-tirtayasag-9944-fkm660-k.pdf

Download (576kB)
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-tirtayasag-9309-fkm6608.pdf
Restricted to Registered users only until 2019.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Meningkatnya usia harapan hidup akibat keberhasilan pembangunan bidang kesehatan, sosial dan ekonomi menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk lansia. Ketuaan menyebabkan penuruhan fungsi berbagai organ tubuh sehingga rentan terhadap berbagai penyakit termasuk hipertensi. Hasil studi tentang kondisi sosial, ekonomi dan kesehatan oleh komnas lansia di 10 provinsi di Indonesia tahun 2006, penyakit terbanyak diderita lansia penyakit sendi (52,30/o), hipertensi (38,8%), Anemia (30,7%) dan Katarak (23%). Tujuan penelitian adalah mempelajari hubungan antara kebiasaan hidup dan dukungan keluarga lansia dengan kejadian hipertensi pada lansia di Posyandu Lansia wilayah kerja Puskesmas Rendang. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan disain kasus kontrol. Besar sampel adalah 50 sampel terdiri dari 25 kasus dan 25 kontrol. Sampel diambil dengan teknik acak sederhana. Pengambilan data dilaksanakan selama bulan Mei 2008 melalui wawancara dengan panduan kuesioner. Analisis data dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara kebiasaan hidup dengan kejadian hipertensi pada lansia, dengan p=0,016, (p <α), ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kejadian hipertensi pada lansia, dengan p=0,039, (P <α). Dapat disimpulkan bahwa kebiasaan hidup sedang mempunyai risiko 3,73 kali terkena hipertensi dibandingkan responden dengan kebiasaan hidup baik, Responden dengan kebiasaan hidup kurang untuk tedadinya hipertensi 11,20 kali dibandingkan responden dengan kebiasaan hidup baik, Dukungan keluarga kategori sedang mempunyai risiko 3,78 kali terkena hipertensi dibandingkan responden dengan dukungan keluarga kategori baik. Responden dengan dukungan keluarga kurang, untuk tedadinya hipertensi 10,40 kali dibandingkan responden dengan dukungan keluarga baik. Disarankan untuk dapat mencegah kejadian hipertensi pada lansia dengan penyuluhan tentang faktor risiko hipertensi yang dapat dikontrol, kebiasaan hidup sehat, dukungan sosial keluarga, promosi kesehatan tentang perawatan hipertensi lansia dan peningkatan peran petugas kesehatan dalam pelaksanaan program kesehatan usia lanjut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 66/08 Tir h
Uncontrolled Keywords: Lansia, Kebiasaan hidup, Dukungan Keluarga, Hipertensi
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV697-3024 Special classes > HV1450-1494 Aged
R Medicine > RC Internal medicine > RC666-701 Diseases of the circulatory (Cardiovascular) system
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Epidemiologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
GDE PUTRA TIRTAYASA, 100630247UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorLucia Y Hendrati, S.KM., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 24 Mar 2009 12:00
Last Modified: 11 Jun 2017 15:51
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22234
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item