PENGARUH KARAKTERISTIK BAYI, KONDISI FISIK RUMAH SERTACEMARAN UDARA DALAM RUMAH TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA BAYI USIA 2- < 12 BULAN

SOLICHAH, 100411393 (2008) PENGARUH KARAKTERISTIK BAYI, KONDISI FISIK RUMAH SERTACEMARAN UDARA DALAM RUMAH TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA BAYI USIA 2- < 12 BULAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-solichah-10087-fkm101-k.pdf

Download (153kB)
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-solichah-10376-fkm101-8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pneumonia adalah proses infeksi saluran pernafasan akut yang mengenai jaringan paru – paru yang ditandai dengan nafas cepat. Batas nafas cepat untuk bayi usia 2 - < 12 bulan adalah 50x per menit atau lebih. Terjadi peningkatan angka kejadian Pneumonia bayi (usia < 1 tahun) di Puskesmas Taman Sidoarjo dari 20,18% pada tahun 2005 menjadi 24,46% pada tahun 2007. Faktor risiko kejadian pneumonia adalah umur < 2 bulan, jenis kelamin laki – laki, BBLR, status imunisasi, defisiensi vitamin A, kepadatan hunian, pendidikan ibu rendah, konsumsi ASI kurang memadai, status gizi rendah dan polusi udara. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh karakteristik bayi, kondisi fisik rumah serta cemaran udara dalam rumah terhadap kejadian pneumonia pada bayi.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain studi kasus kontrol. Besar sampel yang digunakan adalah 30 bayi usia 2 - < 12 bulan pada kelompok kasus dan 60 bayi usia 2 - < 12 bulan pada kelompok kontrol. Variabel – variabel yang diikutsertakan dalam penelitian ini antara lain karakteristik bayi (jenis kelamin, riwayat BBLR, status imunisasi DPT dan campak), kondisi fisik rumah (kepadatan penghuni, luas dan letak ventilasi), serta cemaran udara dalam rumah (kegiatan merokok anggota keluarga, jenis bahan bakar memasak, dan penggunaan obat nyamuk bakar). Sedangkan variabel dependennya adalah kejadian pneumonia pada bayi usia 2 - < 12 bulan. Dari hasil analisis uji regresi logistik, diperoleh dua variabel yang berpengaruh terhadap kejadian pneumonia pada bayi, yaitu variabel riwayat BBLR (OR = 9,687 ; 95% CI = 1,745bayi yang dilahirkan dengan berat badan < 2500 gram mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk terkena pneumonia. Bayi yang belum mendapat imunisasi campak juga mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk terkena pneumonia Bayi dengan BBLR tidak mempunyai cukup cadangan zat gizi dalam tubuhnya, sehingga perlu adanya perbaikan dan peningkatan status gizi bayi yang dilahirkan dengan BBLR. Bayi yang sudah cukup usia untuk mendapat imunisasi campak sebaiknya segera diimunisasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 101 / 08 Sol p
Uncontrolled Keywords: Karakteristik bayi, kondisi fisik rumah, cemaran udara dalam rumah,pneumonia bayi
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC705-779 Diseases of the respiratory system
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ251-325 Newborn infants Including physiology, care, treatment, diseases
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD878-894 Special types of environment. Including soil pollution, air pollution, noise pollution
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Epidemiologi
Creators:
CreatorsEmail
SOLICHAH, 100411393UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorFariani Syahrul, S.KM., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 30 Oct 2009 12:00
Last Modified: 01 Oct 2016 04:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22242
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item