FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KURANG ENERGI DAN PROTEIN (KEP) PADA BALITA UMUR 12-36 BULAN (Studi di Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo)

FAZAT AZIZAH, 100311206 (2007) FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KURANG ENERGI DAN PROTEIN (KEP) PADA BALITA UMUR 12-36 BULAN (Studi di Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-azizahfaza-9710-fkm219-k.pdf

Download (148kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-azizahfaza-10380-fkm219-7.pdf
Restricted to Registered users only

Download (801kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kurang Energi dan Protein (KEP) saat ini masih merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia. Kelompok usia yang rentan mengalami Kurang Energi dan Protein (KEP) adalah anak balita. Hal ini merupakan ancaman timbulnya lost generation di masa yang akan datang. Prevalensi Kurang Energi dan Protein (KEP) di Kabupaten Situbondo, terutama Kecamatan Panarukan masih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah ingin mempelajari faktor determinan yang mempengaruhi Kurang Energi dan Protein (KEP) pada balita umur 12-36 bulan di Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo. Dengan diketahuinya faktor determinan tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi upaya pencegahan dan penanggulangan dimasa yang akan datang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik. Menurut waktunya termasuk penelitian cross sectional. Besar sampel adalah 54 balita yang dipilih secara simple random sampling. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara secara langsung menggunakan kuesioner. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Untuk mengetahui hubungan antar variabel dan pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat digunakan analisis uji regresi logistik. Pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga, dan tingkat konsumsi energi dan protein berpengaruh terhadap kejadian KEP. Sedangkan tingkat pendidikan ibu, pemberian ASI eksklusif, umur pertama pemberian MP-ASI, penyakit infeksi, dan keaktifan balita ke posyandu tidak berpengaruh terhadap kejadian KEP. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar balita termasuk dalam keluarga muda, dengan tingkat pendidikan orang tua ,sertapekerjaan orang tua (ayah) sebagai wiraswasta dengan pendapatan keluarga tiap bulan tinggi. Balita yang menderita KEP berasal dari ibu dengan tingkat pendidikan rendah, pengetahuan gizi rendah, pendapatan keluarga yang cukup, tidak mendapatkan ASI eksklusif, serta mendapatkan MP-ASI terlalu dini. Selain itu, pada umumnya balita yang menderita KEP pernah sakit dalam kurun waktu 1 bulan terakhir dan mengkonsumsi energi dan protein < 80% AKG. Factor determinan yang mempengaruhi KEP pada balita umur 12-36 bulan adalah pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga, serta tingkat konsumsi energi dan protein. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu usaha untuk mencegah terjadinya keadaan KEP yang lebih parah di masa mendatang, salah satunya dengan meningkatkan pengetahuan gizi ibu, terutama mengenai konsumsi energi dan protein yang dianjurkan sehingga memudahkan ibu untuk mempersiapkan cukup energi dan protein bagi balita dan keluarga.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 219 / 07 Azi f
Uncontrolled Keywords: Kurang energi dan Protein, balita umur 12-36 bulan
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Gizi Kesehatan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
FAZAT AZIZAH, 100311206UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorMerryana Adriani, S.KM., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 02 Nov 2009 12:00
Last Modified: 04 Oct 2016 12:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22246
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item