UPAYA PENGENDALIAN BAHAYA GAS H2S SECARA ADMINISTRATIF DAN APD: Di pusat Semburan lumpur Sidoarjo Desa Reno Kenongo Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo

SUDARMAWAN, 100510489 H (2008) UPAYA PENGENDALIAN BAHAYA GAS H2S SECARA ADMINISTRATIF DAN APD: Di pusat Semburan lumpur Sidoarjo Desa Reno Kenongo Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-sudarmawan-10817-abstract-u.pdf

Download (689kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2010-sudarmawan-10540-fkmhkk-9.pdf
Restricted to Registered users only

Download (767kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Operator alat berat yang bekerja di pusat semburan Lumpur merupakan bekas pengeboran minyak yang mengeluarkan gas hydrogen sulfida. Pemaparan langsung dan berulang-ulang dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan (rhinitis, pharyingitis, bronchitis). Disamping iritan , bila terhirup dapat menyebabkan asphixian, pada centrasi tinggi dapat menyebabkan kelumpuan syaraf. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari upaya pengendalian bahya gas H2S secara administrative dan APD di kontraktor PT Lapindo Brantas Sidoarjo. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasioanal, data primer diambil dengan wawancara dan checklist. Objek penelitian adalah upaya gas H2S secara administrative dan APD di sekitar semburan Lumpur Sidoarjo dengan 21 responden yang bekerja sebagai operator alat berat. Variable yang diteliti adalah karakteristik tenaga kerja, pengetahuan tentang gas H2S, kadar gas H2S, kebiasaan merokok, keluhan kesehatan dan upaya pengendalian bahaya gas H2S. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa keluhan kesehatan dari responden adalah mual (71,4%), pusing (66,7%), pilek (61,9%), hasil pengukuran gas H2S sebesar 8 ppm dan masih dibawah NAB. Upaya pengendalian secara administrative belum memadai dan pemilihan APD yang digunakan operator tidak sesuia. Operator alat berat selam bekerja tidak menggunakan Alat Peindung Diri. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengendalian bahaya gas H2S di pusat semburan Lumpur Sidoarjo belum sempurna. Sehingga perusahaan perlu penyedian alt pelindung pernafasan dengan catridge khusus bahan kimia dengan dua filter yang bertujuan untuk melindungi dari gas hydrogen sulfida dan debu. Perusahaan perlu membuat fasilitas sanitasi minimal berupa kamar mandi beserta jamban disertai juga pancuran air, pemeriksaan kesehatan awal, berkala dan khusus dengan Electro Radio Gram meliputi jantung, paru-paru dan system syaraf pusat. Perlu diadakan program pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja dan membentuk panitia Pembina keselamatan dan kesehatan kerja (P2K3)

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: KKC KK FKM HKK.07/09 Sud u
Uncontrolled Keywords: Health complaints, control measures
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA565-600 Environmental health
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD1020-1066 Hazardous substances and their disposal
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Hiperkes dan Keselamatan Kerja
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SUDARMAWAN, 100510489 HUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorMeirina Ernawati, drh., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 25 Feb 2010 12:00
Last Modified: 01 Oct 2016 06:36
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22274
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item