HUBUNGAN ANTARA KEPADATAN HUNIAN DAN KUALITAS LINGKUNGAN FISIK LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) DENGAN KELUHAN PENGHUNI LAPAS KELAS IIA DI SIDOARJO

KURNIA RISMANINGGAR, 100511788 (2010) HUBUNGAN ANTARA KEPADATAN HUNIAN DAN KUALITAS LINGKUNGAN FISIK LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) DENGAN KELUHAN PENGHUNI LAPAS KELAS IIA DI SIDOARJO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2010-rismaningg-12795-fkm190-k.pdf

Download (307kB)
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2010-rismaningg-10845-fkm190-9.pdf
Restricted to Registered users only

Download (967kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Saat ini tingkat kejahatan di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menyebabkan over capasity atau kelebihan tingkat hunian merupakan permasalahan utama yang dihadapi lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) terutama di Pulau Jawa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya prevalensi keluhan gangguan kesehatan yang meliputi gangguan saluran pencernaan, gangguan kulit, gangguan saluran pernafasan, dan gangguan psikologis pada narapidana di LAPAS kelas IIA Sidoarjo. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan cross sectional. Wawancara dilaksanakan pada 120 narapidana. Subjek ditarik dari populasi dengan cara simple random sampling. Wawancara mendalam dilakukan untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang variabel-variabel yang diteliti. Variabel bebas penelitian adalah kepadatan penghuni, ventilasi, suhu, klembaban dan penerangan alami. Prevalensi keluhan gangguan saluran pencernaan yang ditemukan pada penelitian ini sebesar 41,7%, prevalensi keluhan gangguan kulit yang ditemukan pada penelitian ini sebesar 22,5%, prevalensi keluhan gangguan saluran pernafasan yang ditemukan pada penelitian ini sebesar 38,3%, prevalensi keluhan gangguan psikologis yang ditemukan pada penelitian ini sebesar 30%. Pengujian hubungan tunggal dengan tabel 2x2 menunjukkkan bahwa kondisi fisik LAPAS mempunyai hubungan dengan keluhan gangguan saluran pernafasan (p<0,05). Uji hubungan ganda dengan Spearman’s menunjukkan bahwa kondisi fisik LAPAS berhubungan dengan saluran pernafasan (p=0,017; OR=4,700). Kesimpulan yang dapat ditarik adalah penghuni LAPAS mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk terkena keluhan gangguan saluran pernafasan. Kondisi fisik LAPAS berhubungan dengan keluhan gangguan saluran pernafasan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 190 / 09 Ris h
Uncontrolled Keywords: prisoner, LAPAS, healthy complaint
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV6001-7220.5 Criminology > HV6035-6197 Criminal anthropology
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA565-600 Environmental health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
KURNIA RISMANINGGAR, 100511788UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorJ.Mukono, Prof., Dr., dr., MS ., MPH.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 30 Jun 2010 12:00
Last Modified: 01 Oct 2016 07:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22285
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item