KONDISI FISIK, KUALITAS UDARA DALAM RUANG KELAS Ber-AC DAN GANGGUAN KESEHATAN SISWA di SD TA’MIRIYAH SURABAYA

FITRI ANJA JUNITA, 100511640 (2010) KONDISI FISIK, KUALITAS UDARA DALAM RUANG KELAS Ber-AC DAN GANGGUAN KESEHATAN SISWA di SD TA’MIRIYAH SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2010-junitafitr-10978-fkm159-9.pdf

Download (279kB)
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2010-junitafitr-10978-fkm159-9.pdf
Restricted to Registered users only

Download (974kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sick Building Syndrome yang terjadi pada anak usia sekolah belum mendapat perhatian yang serius padahal mereka berisiko tinggi menerima efek dari buruknya kualitas udara dalam ruangan. Salah satu penyebab adalah kurang spesifiknya gejala/ keluhan dan dampak yang timbul bersifat akumulatif. Kualitas udara yang buruk dipengaruhi oleh kondisi fisik kelas, kualitas fisik dan kimia udara dalam ruang kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi fisik kelas, kualitas fisik dan kimia udara dalam ruang kelas ber-AC serta gangguan kesehatan siswa di SD Ta’miriyah Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan cara observasi, skoring, wawancara, dan pengukuran suhu, kelembaban, pencahayaan, kadar gas NO2, O3, dan NH3 dalam ruang kelas 5 SD. Jumlah populasi adalah 80 siswa dan jumlah sampel yang diambil dengan cara kriteria inklusi sebanyak 77 siswa. Data yang telah diambil kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu, kadar gas NO2, O3, dan NH3 di dalam ruang kelas masih berada pada nilai standar, sedangkan kelembaban dan pencahayaan telah melebihi nilai standar sedangkan untuk kondisi lingkungan fisik kelas termasuk kategori cukup. Kadar gas NO2 adalah 0,006 ppm (kelas 5 A) dan 0,00405 ppm (kelas 5 B), kadar gas O3 adalah 0,0025 ppm (kelas 5 A) dan 0,0025 ppm (kelas 5 B), sedangkan kadar NH3 adalah 0,1285 ppm (kelas 5 A) dan 0,02615 ppm (kelas 5 B). Gangguan kesehatan yang dialami siswa berurutan dari yang paling banyak hingga yang paling sedikit adalah iritasi hidung (74,03%), gangguan syaraf (68,83%), iritasi mata (58,44%), gangguan saluran pernafasan (48,05%), iritasi kulit (42,86%) dan mual (28,57%). Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian adalah sekolah perlu melakukan pemeliharaan kondisi fisik ruang kelas seperti membersihkan dan merapikan sarana dalam kelas dan alat bantu mengajar lainnya, memperbaiki penerangan ruang kelas agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan terkait penglihatan siswa selama belajar di dalam kelas, pemeriksaan kualitas udara dalam ruang kelas secara rutin (kualitas fisik, kimia dan mikrobiologi udara) agar risiko siswa mengalami gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang buruk dapat diminimalkan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 159 / 09 Jun k
Uncontrolled Keywords: chemical air quality, classroom with air conditioner, health effects
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB5-3640 Theory and practice of education > LB1555-1602 Elementary or public school education
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA565-600 Environmental health
T Technology > TH Building construction > TH7005-7669 Heating and ventilation. Air conditioning
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
FITRI ANJA JUNITA, 100511640UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorCorie Indria Prasasti, S.KM., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 14 Jul 2010 12:00
Last Modified: 06 Oct 2016 02:29
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22303
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item