BEBERAPA FAKTOR YANG BERKAITAN DENGAN KELUHAN SUBYEKTIF MUSKULOSKELETAL PEKERJA ANGKAT-ANGKUT DI GUDANG PERSEDIAAN PUPUK PUSRI KEDIRI

DESI KRISTIANTI, 100730320 (2009) BEBERAPA FAKTOR YANG BERKAITAN DENGAN KELUHAN SUBYEKTIF MUSKULOSKELETAL PEKERJA ANGKAT-ANGKUT DI GUDANG PERSEDIAAN PUPUK PUSRI KEDIRI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2010-kristianti-12579-fkm138-k.pdf

Download (314kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2010-kristianti-11053-fkm138-9.pdf
Restricted to Registered users only

Download (867kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Keluhan muskuloskeletal adalah keluhan yang dialami pada bagian-bagian otot skeletal. Salah satu penyebab terjadinya keluhan muskuloskeletal adalah aktivitas angkat angkut yang dilakukan secara manual. Pada Gudang Persediaan Pupuk PUSRI Kediri kegiatan utamanya adalah bongkar muat pupuk secara manual. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan keluhan subyektif muskuloskeletal pada pekerja angkat angkut. Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional. Responden adalah seluruh pekerja angkat angkut di Gudang Persediaan Pupuk PUSRI Kediri. Variabel yang diteliti adalah karakteristik responden (umur, lama kerja, kebiasaan merokok dan status gizi), berat beban angkat dan frekuensi pengangkutan terhadap keluhan subyektif Muskuloskeletal. Untuk mengetahui kuat hubungan antar variabel digunakan uji koefisien kontingensi (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden sebagian besar (68%) berumur 40-49 tahun, lama kerja 8 jam dengan istirahat 1 jam per hari. Sebagian besar responden (88%) merokok dengan jumlah konsumsi rokok perhari 5-6 batang dan sebagian besar responden (40%) sudah merokok selama 31-35 tahun. Tingkat status gizi responden sebagian besar (80%) berstatus gizi baik. Tingkat pendidikan responden sebagian besar (60%) lulusan SMP. Berat beban satuan angkat (50kg) melebihi dari berat yang diijinkan. Hasil analisis dengan metode Heavy, Frequent and Awkward Lifting Analysis berat beban yang diijinkan 13.3kg. Sebagian besar responden (44%) frekuensi pengangkatan satu hari 300-350 kali. Cara angkat angkut yang dilakukan seluruh responden tidak ergonomis. Hubungan antar variabel menunjukkan bahwa jumlah konsumsi rokok per hari (C = 0.361), lama merokok (C = 0.301), status gizi responden (C = 0.3) dan frekuensi pengangkatan per hari (C = 0.674) berhubungan dengan tingkat keluhan yang dialami responden. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan angkat angkut di Gudang Persediaan Pupuk PUSRI Kediri beresiko untuk terjadinya keluhan muskuloskeletal. Untuk mengurangi resiko terjadinya keluhan muskuloskeletal ada beberapa alternatif diantaranya mengurangi berat beban (13.3kg) dengan frekuensi angkat 4-5 kali per menit atau frekuensi pengangkatan menjadi 2-5 kali per menit untuk 1 jam kerja, diadakan pelatihan pengangkatan yang ergonomis dan penambahan alat bantu atau penambahan pekerja baru.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 138 / 09 Kri b
Uncontrolled Keywords: Musculoskeletal, Metode Heavy, Frequent and Awkward Lifting Analysis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
R Medicine > RB Pathology
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Creators:
CreatorsEmail
DESI KRISTIANTI, 100730320UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorErwin Dyah Nawawinetu, dr., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 27 Jul 2010 12:00
Last Modified: 10 Oct 2016 05:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22337
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item