ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP BED OCCUPANCY RATE (BOR) DI RSUD BUNTOK KABUPATEN BARITO SELATAN PROPINSI KALIMANTAN TENGAH

M U R A D I, 100730357 (2009) ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP BED OCCUPANCY RATE (BOR) DI RSUD BUNTOK KABUPATEN BARITO SELATAN PROPINSI KALIMANTAN TENGAH. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2010-muradi-12514-fkm113-k.pdf

Download (354kB)
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2010-muradi-11110-fkm113-9.pdf
Restricted to Registered users only

Download (681kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sejak empat tahun terakhir, pencapaian Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUD Buntok selalu rendah dibanding standart. Secara konseptual, salah satu penyebab rendahnya pencapaian Bed Occupancy Rate (BOR) adalah faktor rumah sakit yang diantaranya mencakup budaya organisasi rumah sakit tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUD Buntok Kabupaten Barito Selatan Propinsi Kalimantan Tengah. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan observasional dan disain cross sectional. Sampel yang digunakan adalah seluruh populasi petugas kesehatan yang bekerja di ruang rawat inap RSUD Buntok Kuesioner Budaya Organisasi dibagikan kepada 78 responden untuk mendapatkan informasi mendalam tentang karakteristik budaya organisasi yang mencakup Individual autonomy, Structure, Support, Identity, Performance-reward, Conflict tolerance, dan Risk tolerance. Semua nilai dalam tujuh karakteristik budaya organisasi telah ada dan dilaksanakan di ruang rawat inap RSUD Buntok. Hanya saja ada beberapa karakteristik yang masih lemah dalam penerapannya seperti struktur organisasi, sistem imbalan, dan toleransi terhadap konflik. Selain itu, karakteristik yang sudah kuat budayanya adalah otonomi individu, dukungan dan pengawasan manajemen, identitas, dan toleransi terhadap risiko. Dari tujuh ruang rawat inap yang ada di RSUD Buntok, hanya dua ruang rawat inap yang memiliki Bed Occupancy Rate (BOR) yang memenuhi angka standar 60 – 85 % yaitu ruang Ulin dan Cendana. Selanjutnya ada lima ruang rawat inap yang memiliki BOR masih di bawah angka standar yaitu ruang Cemara, Ramin, Meranti, Pinus, dan Perinatologi. Sub variabel budaya yang sangat kuat adalah kebebasan dalam bekerja ; peraturan organisasi ; kekompakkan atau keutuhan ; kemampuan menyesuaikan diri ; kerja sama kelompok ; tidak mencari kesalahan orang lain. Sebaliknya sub variabel budaya yang sangat lemah adalah tingkatan jabatan ; promosi jabatan ; orientasi kerja ; terbuka terhadap saran dan kritik. Pengaruh variabel budaya organisasi (variabel bebas) terhadap Bed Occupancy Rate (BOR) (variabel terikat) menurut teknik analisis regresi linier berganda baik secara bersama-sama maupun parsial tidak signifikan dengan alpha 0,05.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 113 / 09 Mur a
Uncontrolled Keywords: organization culture, BOR, influence
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD3611-4730.9 Industrial policy. The state and industrial organization Including licensing of occupations and professions, subsidies, inspection, government ownership, municipal services
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM1001-1281 Social psychology > HM1176-1281 Social influence. Social pressure
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
M U R A D I, 100730357UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorErnawaty, drg., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 30 Jul 2010 12:00
Last Modified: 11 Oct 2016 00:56
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22357
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item