IDENTIFIKASI KUALITAS UDARA DALAM RUANG KELAS BER-AC DAN KELUHAN KESEHATAN SISWA SMA WACHID HASYIM 2 TAMAN

Ahmad Labib, 100511691 (2009) IDENTIFIKASI KUALITAS UDARA DALAM RUANG KELAS BER-AC DAN KELUHAN KESEHATAN SISWA SMA WACHID HASYIM 2 TAMAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2010-labibahmad-12637-fkm221-k.pdf

Download (280kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2010-labibahmad-11545-fkm221-9.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pencemaran udara di perkotaan disebabkan oleh industri dan asap kendaraan bermotor yang jumlahnya semakin hari semakin bertambah. Udara luar ruangan yang tercemar akan menyebabkan udara lain juga tercemar. Keberadaan perabot rumah tangga dan peralatan kantor akan memberikan sumbangan pencemaran udara di dalam ruangan. Air Conditioner adalah suatu alat yang dimaksudkan untuk menciptakan dan menjaga kenyamanan dalam ruang kelas. Penggunaan Air Conditioner sebagai alternatif untuk mengganti ventilasi alami dapat meningkatkan kenyamanan dan produktivitas kerja, namun AC yang jarang dibersihkan akan mengakibatkan kualitas udara dalam ruangan menurun dan dapat menimbulkan keluhan kesehatan yang disebut Sick Building Syndrome. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kualitas kimia dan fisik udara dalam ruang kelas ber-AC dan keluhan kesehatan siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional dan rancang bangun cross-sectional. Populasi penelitian yaitu semua siswa SMA Wachid Hasyim 2 Taman yang menempati ruang kelas ber-AC dan jumlah sampel yang diambil dengan purposive sampling sebanyak 71 orang. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, kadar debu, CO dan SO2 yang diukur masih berada pada standar baku mutu, kadar debu dan kelembaban udara melebihi baku mutu dan suhu ruang kelas XI IPS 2 (31 0C) yang diukur melebihi baku mutu. Keluhan kesehatan yang dirasakan siswa berurutan mulai dari yang paling sedikit hingga paling banyak adalah mual (11,3 %), gangguan saluran pernafasan (49,3%), iritasi mata (53,5 %), gangguan saraf (63,4 %), iritasi hidung (74,6 %) dan iritasi kulit (84,5%). Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian adalah melakukan perawatan AC baik teknis maupun non-teknis secara rutin, menjaga kebersihan kelas, terutama dari debu yang berasal dari perabotan kelas dan pemeriksaan kualitas udara dalam ruang secara berkala agar tercipta lingkungan belajar yang sehat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 221/09 Lab i
Uncontrolled Keywords: AIR CONDITIONER, KUALITAS UDARA, KELUHAN KESEHATAN, RUANG KELAS
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
T Technology > TH Building construction > TH7005-7669 Heating and ventilation. Air conditioning
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
Ahmad Labib, 100511691UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorCorie Indria P, S.KM, M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 22 Sep 2010 12:00
Last Modified: 04 Oct 2016 13:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22389
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item