PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PENGOBATAN ALTERNATIF DI SURABAYA

Sindy Aziza Hermanuya, 100511809 (2009) PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PENGOBATAN ALTERNATIF DI SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2010-hermanuyas-12855-fkm278-k.pdf

Download (279kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2010-hermanuyas-11598-fkm278-9.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sistem pengobatan alternatif merupakan salah satu unsur budaya yang selama ini tumbuh dan berkembang serta terpelihara secara turun-temurun di kalangan masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun masyarakat pedesaan. walaupun pelayanan kesehatan moderen telah berkembang di Indonesia.Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pemanfaatan pelayanan kesehatan pengobatan alternatif di Surabaya yang tertuju pada sistem kebijakan pemerintah dan perijinan, sehingga nantinya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk penyusunan Peraturan Daerah mengenai Pelayanan Kesehatan terutama pada pelayanan kesehatan pengobatan alternatif di Surabaya. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan studi cross sectional. Besar sampel penelitian ini sebanyak 20 sarana pelayanan kesehatan pengobatan alternatif dan 125 responden masyarakat di Surabaya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara langsung kepada responden dengan menggunakan kuesioner yang telah ditetapkan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata umur pengguna pelayanan kesehatan pengobatan alternatif yakni > 50 tahun, jenis kelamin 50% laki-laki, tingkat pendidikan terakhir 54,3% SMA, jenis pekerjaan 32,9% ibu rumah tangga, pendapatan 43,5% dari kalangan atas, 100% berstatus kawin, dan 49% memiliki kondisi kesehatan tidak baik. Sebesar 18,4% responden pernah mengalami keluhan, dan 8,2% mengalami efek samping obat, bahan, atau tindakan. 53,1% masyarakat pengguna tidak ada kebutuhan dan harapan. 25% pelayanan kesehatan pengobatan alternatif mempunyai harapan agar lebih maju dan ijin jangan dipersulit, 30% perlu sekali adanya perlindungan hukum, dan 25% agar dipermudah dalam hal perijinan. Sebesar 39,2% masyarakat lebih memilih untuk memanfaatkan pengobatan alternatif. Sebagai saran perlu dilakukan penyuluhan atau pemberian wawasan kepada pengobat alternatif baik secara personal atau melalui seminar atau pertemuan agar mau mendaftar diri kepada Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 278/09 Her p
Uncontrolled Keywords: PENGOBATAN ALTERNATIF, PELAYANAN KESEHATAN.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R5-920 Medicine (General)
R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
Sindy Aziza Hermanuya, 100511809UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWidodo J.P, dr., M.S., M.PH., Dr.PHUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 27 Sep 2010 12:00
Last Modified: 06 Oct 2016 01:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22411
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item