IDENTIFIKASI KELUHAN DAN HARAPAN MASYARAKAT TERHADAP MUTU OBAT PADA APOTEK DI SURABAYA

Fadhillah Ike Puspita, 100511711 (2009) IDENTIFIKASI KELUHAN DAN HARAPAN MASYARAKAT TERHADAP MUTU OBAT PADA APOTEK DI SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2010-puspitafad-11614-fkm243-9.pdf

Download (667kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2010-puspitafad-11614-fkm243-9.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh International Pharmaceutical Manufactures Groups (IPMG) pada tahun 2002 terhadap 600 outlet (apotek, toko obat dan klinik) di 4 kota besar yakni Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan. Tercatat 40% dari obat yang dijual merupakan obat palsu. Sedangkan BPOM Surabaya menyatakan bahwa di wilayah Surabaya tercatat 20% obat antibiotik pernah dipalsukan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keluhan dan harapan masyarakat terhadap mutu obat pada apotek di Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Besar sampel yang diambil sebanyak 100 masyarakat dan 58 apotek yang tersebar di Surabaya Utara, surabaya Pusat, Surabaya Timur, Surabaya Selatan dan Surabaya Barat. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 100 responden pengguna apotek terdapat 71% yang memanfaatkan apotek, terdapat 88,8% pengguna apotek yang mengeluh terkait mutu obat di apotek, bentuk keluhan terkait mutu obat di apotek menurut pengguna yaitu pernah mendapatkan obat palsu sebesar 3,18%, mendapatkan obat rusak sebesar 61,90%, mendapat obat kadaluarsa sebesar 1,58%. Sedangkan harapan terkait mutu obat di apotek mayoritas berharap agar jangan sampai ada obat palsu, obat rusak, maupun obat kadaluarsa sebesar 22,7%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masih adanya keluhan dari masyarakat pengguna apotek terkait mutu obat dan berharap agar jangan sampai ada obat palsu, obat rusak, maupun obat kadaluarsa di apotek. Oleh sebab itu perlu diadakan monitoring dan sosialisasi oleh BPOM terkait obat palsu, obat rusak, maupun obat kadaluarsa kepada masyarakat supaya lebih teliti dalam membeli obat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 243/09 Pus i
Uncontrolled Keywords: APOTEK; KELUHAN MASYARAKAT; HARAPAN MASYARAKAT; MUTU OBAT
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Administrasi Kebijakan Kesehatan
Creators:
CreatorsEmail
Fadhillah Ike Puspita, 100511711UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWidodo J P, dr., M.S., M.PH., Dr.PHUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 04 Oct 2010 12:00
Last Modified: 04 Oct 2016 13:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22423
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item