HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK PENDERITA DAN TINGKAT KEPOSITIFAN BTA AWAL DENGAN KEGAGALAN PENGOBATAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) KATEGORI 1 (Studi pada Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Paru Surabaya Tahun 2011-2014)

PUPUT DYAH AYU, 101111168 (2015) HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK PENDERITA DAN TINGKAT KEPOSITIFAN BTA AWAL DENGAN KEGAGALAN PENGOBATAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) KATEGORI 1 (Studi pada Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Paru Surabaya Tahun 2011-2014). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-ayupuputdy-38013-4.abstr-t.pdf

Download (270kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi salah satu penyakit menular yang mematikan di dunia. Saat ini jumlah penderita tuberkulosis masih tetap tinggi. Prevalensi tuberkulosis yang tinggi ini disebabkan oleh rendahnya angka kesembuhan penderita. Penularan dapat dikendalikan dengan adanya penemuan dan penyembuhan yang baik. Penemuan dan penyembuhan didasarkan dari hasil pemeriksaan sputum penderita, oleh karenanya pemeriksaan pemeriksaan sputum dengan mikroskopis langsung (basil tahan asam/BTA) menjadi fundamental. Begitu pula dengan pemeriksaan tingkat kepositifan BTA saat awal pemeriksaan sputum karena tingkat kepositifan juga berguna untuk menilai derajat infeksius pada pasien serta karakteristik penderita juga penting diperhatikan sehingga nantinya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi pasien dan keluarga guna lebih memperhatikan pengobatan agar lebih adekuat agar tidak terjadi kegagalan pengobatan OAT kategori 1 pada pasien tuberkulosis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan karakteristik penderita dan tingkat kepositifan BTA awal dengan kegagalan pengobatan OAT kategori 1. Penelitan dilaksanakan dengan rancangan case control dengan digunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian murni menggunakan data sekunder dengan sampel sebanyak 21 orang yang mengalami kegagalan pengobatan OAT kategori 1 sebagai kelompok kasus dan 21 orang yang sembuh dalam pengobatan OAT kategori 1 sebagai kelompok kontrol. Subjek ditarik dari populasi dengan cara simple random sampling. Variabel bebas yang diteliti adalah karakteristik penderita (umur, jenis kelamin, status pekerjaan, status imunisasi BCG dan asal daerah) dan tingkat kepositifan BTA awal. Dari hasil analisis menggunakan uji chi square didapatkan hasil karakteristik penderita yaitu umur penderita ≥ 40 tahun (p=0,029;OR=5,2) dan tingkat kepositifan BTA awal yang tinggi (p=0,045;OR=5,4) memiliki hubungan dan besar risiko yang bermakna dengan kuat hubungan yang rendah dengan kegagalan pengobatan OAT kategori . Kesimpulannya adalah karakteristik penderita yaitu umur penderita dan tingkat kepositifan BTA awal yang tinggi memiliki hubungan dengan kegagalan pengobatan OAT kategori 1.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 74/15 Ayu h
Uncontrolled Keywords: TUBERCULOSIS
Subjects: R Medicine
R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RC Internal medicine > RC306-320.5 Tuberculosis
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
PUPUT DYAH AYU, 101111168UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorYuly Sulistyorini, ,SKM.,MKesUNSPECIFIED
Depositing User: Mr Mudjiono Mudj
Date Deposited: 28 Aug 2015 12:00
Last Modified: 08 Sep 2016 05:55
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22449
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item