FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN PERNAPASAN PADA TENAGA KERJA BAGIAN PEMINTALAN DI PT. LOTUS INDAH TEXTILE.

SAPTA PRASETYA, 101011350 (2013) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN PERNAPASAN PADA TENAGA KERJA BAGIAN PEMINTALAN DI PT. LOTUS INDAH TEXTILE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-prasetyasa-22201-7.abstr-k.pdf

Download (171kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

ABSTRAK Debu kapas merupakan kontaminan utama yang dihasilkan selama proses pemintalan di PT. Lotus Indah Textile, Surabaya sehingga tenaga kerja tersebut mempunyai resiko terkena penyakit akibat kerja terutama penyakit saluran pernafasan. Untuk mencegah atau mengurangi timbulnya debu kapas tersebut di tempat kerja, perlu dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menganalisa Faktor- faktor yang berhubungan dengan keluhan pernapasan pada tenaga kerja bagian pemintalan di PT. Lotus Indah Textile, Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang dianalisis secara analitik. Sasaran penelitian ini terdiri dari 54 orang yang bekerja pada proses pencampuran debu kapas bagian spinning. Variabel penelitian ini meliputi. Variabel independent karekteristik individu meliputi usia, jenis kelamin, masa kerja, kebiasaan merokok, kebiasaan memakai APD, variable dependent meliputi keluhan pernapasan, dan upaya pengendalian terhadap debu kapas. Data dikumpulkan melalui wawancara , angket terhadap responden dengan menggunakan format kuesioner, dan observasi langsung ke lokasi kerja. Dari hasil penelitian diketahui bahwa 38,2% berjenis kelamin laki-laki. Sebanyak 96,3% mempunyai tingkat pendidikan SMA atau sederajat. Sebanyak 54.5% memiliki masa kerja >10 tahun. Semua responden laki-laki merokok. Kadar debu total yang terukur adalah 1,73 mg/m³. Sebanyak 55,6 % kadang-kadang memakai APD/masker saat bekerja. Sejumlah 29,1% mengalami batuk-batuk, 26,8% mengalami hidung tersumbat, 21,7% mengalami nyeri tenggorokan, 20.7 % mengalami sesak nafas, dan 1,7 % mengalami sesak dan batuk. Upaya pengendalian yang dilakukan meliputi pengendalian mekanik atau teknik dengan dust collector, pengendalian administratif dengan pelatihan-pelatihan, pemeliharaan kerumahtanggaan, fasilitas saniter kesehatan dan keselamatan kerja, rotasi kerja serta pengendalian penggunaan APD (masker). Disarankan untuk dilakukan pengadaan alat pelindung diri. Pembersihan sebaiknya dibersihkan dengan cara pembasahan. Sebaiknya dilakukan pendidikan dan pelatihan tentang bahaya debu kapas pada pekerja yang berkesinambungan. Perlu dilakukan pemantauan lingkungan tempat kerja oleh perusahaan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 164/12 Pra f
Uncontrolled Keywords: COMPLAINTS BREATH
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
SAPTA PRASETYA, 101011350UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorIndriati Paskarini, , S.H., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Mr Mudjiono Mudj
Date Deposited: 08 Jan 2013 12:00
Last Modified: 13 Sep 2016 08:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22593
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item