FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PEKERJA DALAM MENGGUNAKAN APD DI PT WIJAYA KARYA BANGUNAN GEDUNG (Studi di Proyek Puncak Dharmahusada Apartemen Surabaya)

SOFI SUDARMA PUTRI, 101111009 (2015) FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PEKERJA DALAM MENGGUNAKAN APD DI PT WIJAYA KARYA BANGUNAN GEDUNG (Studi di Proyek Puncak Dharmahusada Apartemen Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (221kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
22789.pdf
Restricted to Registered users only until 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Proyek konstruksi merupakan salah satu sektor industri yang berisiko tinggi terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan suatu upaya untuk mengendalikan risiko bahaya di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pekerja dalam menggunakan APD di Proyek Puncak Dharmahusada Apartemen, PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung, Surabaya. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini diambil dengan cara simple random sampling sebanyak 61 orang dari 71 orang pekerja bagian pembesian. Variabel yang diteliti adalah karakteristik individu (umur, tingkat pendidikan, masa kerja), predisposing factor (pengetahuan, sikap, motivasi), enabling factor (safety briefing, pelatihan K3, ketersediaan APD), dan reinforcing factor (pengawasan, imbalan dan hukuman, dorongan rekan kerja). Kuat hubungan diuji menggunakan koefisien kontingensi untuk skala data nominal dan spearman’s rho correlation untuk skala data ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kisaran umur responden adalah 17-33 tahun dengan tingkat pendidikan terbanyak adalah SD dan memiliki masa kerja kurang dari 3,5 bulan. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang APD (60,7%), sikap kurang baik terhadap penggunaan APD (63,9%), motivasi tinggi untuk menggunakan APD (67,2%), partisipasi kurang baik dalam mengikuti safety briefing (75,4%), pelatihan K3 kurang baik (96,7%), ketersediaan APD lengkap (49,2%), pengawasan sudah baik (83,6%), persepsi tentang imbalan dan hukuman kurang baik (78,7%), dorongan rekan kerja baik (59%) dan patuh dalam menggunakan APD (73,8%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang cukup antara ketersediaan APD (0,469) dan dorongan rekan kerja (0,439) dengan kepatuhan pekerja dalam menggunakan APD serta terdapat hubungan yang lemah antara pengetahuan (0,399), sikap (0,281), safety briefing (0,322), reward dan punishment (0,296) dengan kepatuhan pekerja dalam menggunakan APD. Disarankan agar perusahaan menambah media edukasi dan promosi K3 yang tepat sasaran, memberikan materi tentang prosedur penggantian APD yang rusak saat safety briefing, dan membuat peraturan tertulis tentang imbalan dan hukuman penggunaan APD.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM. 52/15 Put f
Uncontrolled Keywords: REINFORCING FACTOR; INDIVIDUAL CHARACTERISTICS; SAFETY BRIEFING
Subjects: T Technology > T Technology (General) > T55-T55.3 Industrial safety. Industrial accident prevention
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SOFI SUDARMA PUTRI, 101111009UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorEndang Dwiyanti, , Dra., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: S.Sos. Sukma Kartikasari
Date Deposited: 05 Aug 2015 12:00
Last Modified: 13 Jun 2017 16:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22789
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item