NEEDLE STICK INJURY DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA PADA PERAWAT DI BANGSAL MELATI 2 RSUP dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN

RATNAWATI, 100 911305 (2011) NEEDLE STICK INJURY DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA PADA PERAWAT DI BANGSAL MELATI 2 RSUP dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-ratnawati-20393-fkm771-k.pdf

Download (325kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-ratnawati-17120-fkm771-n.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Needle Stick Injury (NSI) merupakan istilah untuk kecelakaan kerja yang dialami para petugas kesehatan, yaitu tertusuk jarum suntik atau benda tajam lainnya sebelum, setelah, atau ketika memberikan pelayanan kesehatan. Kecelakaan-kecelakaan ini dapat menularkan penyakit yang bersumber dari patogen dalam darah seperti HIV, Hepatitis B, dan Hepatitis V. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui prevalensi Needle Stick Injury pada perawat dan faktor yang memengaruhinya, sehingga hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menurunkan prevalensi Needle Stick Injury, mencegah, serta mengatasinya. Penelitian ini bersifat observasional dengan cara pendekatan cross sectional dari bulan Januari hingga Desember 2010. Sampel penelitian dengan total populasi 24 perawat di Bangsal Melati 2 RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Data dianalisis menggunakan statistik komputer. Keeratan hubungan antar variabel dianalisis dengan menggunakan uji Koefisien Kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia responden berkisar antara 23 sampai 44 tahun dengan rata-rata 28,5 ± 6,6 tahun. Sebagian besar responden berumur 25 tahun yaitu 25%. Prevalensi NSI adalah 70,8% (17/24) dan hanya 35,3% yang melaporkan. Sebagian besar NSI terjadi saat melakukan injeksi 72,8%, mengambil darah 13,6%, recapping 13,6%. Akibat NSI yang paling tinggi adalah tertusuk (86,4%). Sebagian besar dari responden yang mengalami NSI berjenis kelamin perempuan (71,4%), berumur ≤20 – 29 tahun (70,6%), dengan tingkat pendidikan Diploma (68,2%), masa kerja ≤1 – 9 tahun (72,2%), mempunyai tingkat pengetahuan baik (75%), dengan sikap baik (80%), selalu menggunakan APD (75%), dan patuh terhadap SOP (76,2%). Shift pagi lebih banyak yang mengalami NSI (54,2%) jika dibandingkan dengan shift sore dan shift malam. Needle Stick Injury mempunyai keeratan hubungan yang kuat dengan shif kerja (C-value = 0,707). Di urutan berikutnya, sikap memiliki keeratan sedang dengan Needle Stick Injury (C-value = 0,411). Faktor lainnya, seperti jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, masa kerja, tingkat pengetahuan, penggunaan APD, dan kepatuhan terhadap SOP memiliki keeratan hubungan yang rendah. Untuk menurunkan prevalensi Needle Stick Injury maka peneliti merekomendasikan agar manajemen rumah sakit meningkatkan pengetahuan dan pemahaman karyawan tentang Needle Stick Injury (bahaya, pencegahan, dan penanganannya) melalui pelatihan rutin, seminar sosialisasi, dan poster K3 / selebaran. Yang terakhir, komitmen pimpinan untuk mencanangkan dan menjalankan K3 juga sangat penting untuk menurunkan prevalensi Needle Stick Injury

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 77 /11 Rat n
Uncontrolled Keywords: HOSPITAL
Subjects: R Medicine > RT Nursing > RT1-120 Nursing
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
RATNAWATI, 100 911305UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSho’im Hidayat, dr., M.SUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 21 Oct 2011 12:00
Last Modified: 21 Oct 2016 21:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22912
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item