PREDISPOSING, ENABLING, DAN REINFORCING FACTORS DALAM PENERAPAN STANDARD PRECAUTION INFEKSI NOSOKOMIAL PADA PERAWAT (Studi di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo)

NIMA EKA NUR RAHMANIA, 100911383 (2011) PREDISPOSING, ENABLING, DAN REINFORCING FACTORS DALAM PENERAPAN STANDARD PRECAUTION INFEKSI NOSOKOMIAL PADA PERAWAT (Studi di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-rahmaniani-20395-fkm761-k.pdf

Download (306kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-rahmaniani-17122-fkm761-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tingginya frekuensi kontak darah antara pasien dengan perawat saat tindakan invasif akan meningkatkan risiko terjadinya infeksi nosokomial pada perawat. Oleh karena itu perlu adanya penerapan standard precaution infeksi nosokomial. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari predisposing, enabling dan reinforcing factors dalam penerapan standard precaution infeksi nosokomial pada perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat instalasi rawat inap yang sedang melakukan tindakan keperawatan kepada pasien (berhubungan dengan standard precaution) sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat hubungan predisposing factor yaitu masa kerja (C=0,485, p=0,026), pengetahuan (C=0,463, p=0,004), sikap (C=0,523, p=0,001), terhadap penerapan standard precaution infeksi nosokomial adalah sedang, sedangkan umur (C=0,201, p=0,531) dan tingkat pendidikan (C=0,277, p=114) memiliki hubungan yang rendah. Kuat hubungan enabling factor yaitu penyediaan APD (C=0,475, p=0,003) dan sarana mencuci tangan (C=0,580, p=0,000) terhadap penerapan standard precaution infeksi nosokomial adalah sedang, sedangkan penyediaan sarana pembuangan sampah ruangan (C=0,192, p=0,283) memiliki hubungan sangat rendah. Kuat hubungan reinforcing factor yaitu kebijakan mengenai prosedur (C =0,428, p=0,010) dan pengawasan (C =0,545, p=0,000) terhadap penerapan standard precaution infeksi nosokomial adalah sedang. Untuk meningkatkan penerapan standard precaution infeksi nosokomial maka manajemen rumah sakit perlu mengadakan pelatihan untuk perawat, mengecek secara rutin ketersediaan dan kualitas prasarana, menetapkan prosedur khusus penerapan standard precaution infeksi nosokomial, menyebarkan poster/pamflet petunjuk praktis penerapan standard precaution infeksi nosokomial, melakukan pengawasan secara konsisten, membuat program penyuluhan bagi pasien dan keluarga tentang infeksi nosokomial.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 76 /11 Rah p
Uncontrolled Keywords: REINFORCING ; PREDISPOSING
Subjects: R Medicine > RT Nursing > RT1-120 Nursing
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
NIMA EKA NUR RAHMANIA, 100911383UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMeirina Ernawati, drh., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 21 Oct 2011 12:00
Last Modified: 21 Oct 2016 21:07
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22913
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item