FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIFTERI PADA KLB DIFTERI DI SIDOARJO TAHUN 2010

ALFA BETA GAMA LIA, 100710245 (2011) FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIFTERI PADA KLB DIFTERI DI SIDOARJO TAHUN 2010. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-liaalfabet-20470-fkm104-k.pdf

Download (265kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-liaalfabet-17179-fkm104-f.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Selama tiga tahun terakhir jumlah kasus difteri di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo cenderung mengalami peningkatan dari tahun 2008 – 2010. Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit difteri. Penelitian ini dilakukan unutuk menganalisis faktor risiko penyakit difteri pada KLB Difteri di Sidoarjo pada tahun 2010. Penelitian mengunakan desaian case control. Kasus berasal dari 14 anak yang menderita Difteri pada saat KLB Difteri di Sidoarjo pada tahun 2010 dan kontrol berasal dari 42 anak yang sering berinteraksi dengan penderita difteri (tetangga / teman sokolah). Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dengan ibu/pengasuh anak pada kelompok kasus dan kelompok control menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data umur, jenis kelamin, status imunisasi, pendidikan ibu/pengasuh, tingkat pengetahuan ibu/pengasuh, tingkat pendapatan keluarga, kepadatan hunian ruang tidur, sanitasi lingkungan, higiene dan untuk status gizi bagi yang kontrol dengan mengukur tinggi badan anak dan berat badan anak sedangkan untuk yang kasus dengan mengambil data berat badan anak di rumah sakit tempat penderita difteri dirawat dan tinggi badan dengan cara mengukurnya secara langsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor risiko kejadian difteri yang tidak bermakna adalah umur, jenis kelamin, status imunisasi, status gizi, pendidikan ibu/pengasuh, tingkat pengetahuan ibu/pengasuh, tingkat pendapatan keluarga, kepadatan hunian ruang tidur, sanitasi lingkungan. Faktor risiko kejadian difteri yang bermakna adalah higiene (higiene yang kurang baik mempunyai risiko 4,27 kali lebih besar daripada higiene baik untuk terkena difteri) Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah faktor risiko yang utama dalam kejadian difteri pada KLB difteri di Sidoarjo tahun 2010 adalah higiene. Disarankan untuk mempromosikan pada anak tentang penggunaan APD (masker) pada saat sakit (batuk/flu) atau lainnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 104 / 11 Lia f
Uncontrolled Keywords: DIPHTHERIA
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1-418.5 Medicine and the state > RA407-409.5 Health status indicators. Medical statistics and surveys
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Epidemiologi
Creators:
CreatorsEmail
ALFA BETA GAMA LIA, 100710245UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLucia Yovita Hendrati, S.KM, M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 26 Oct 2011 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 00:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22941
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item