PERBEDAAN EFEKTIFITAS METODE INKUBATOR DENGAN METODE KANGAROO MOTHER CARE DALAM PENCEGAHAN HIPOTHERMIA PADA BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUANG NEONATUS RSUD SIDOARJO

NURIL MASRUKAH, 100 911321 (2011) PERBEDAAN EFEKTIFITAS METODE INKUBATOR DENGAN METODE KANGAROO MOTHER CARE DALAM PENCEGAHAN HIPOTHERMIA PADA BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUANG NEONATUS RSUD SIDOARJO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-masrukahnu-20491-fkm107-k.pdf

Download (322kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-masrukahnu-17200-fkm107-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dari laporan bulanan RSUD Sidoarjo pada tribulan terakhir tahun 2010 jumlah bayi BBLR di RSUD Sidoarjo mencapai 118 BBLR dan mortalitasnya mencapai 33 bayi BBLR dari seluruh jumlah bayi BBLR, diantaranya adalah 13 BBLR lahir di RSUD Sidoarjo dan 20 BBLR merupakan bayi rujukan dengan kematian bayi BBLR akibat hipotermia berjumlah 50 persen BBLR, 35 persen BBLR merupakan pasien rujukan dan 15 persen BBLR lahir di RSUD Sidoarjo. Tujuan dari penelitian berdasarkan permasalahan tersebut adalah menganalisis perbedaan efektifitas metode inkubator dengan metode kangaroo mother care (KMC) dalam pencegahan hipotermia pada BBLR di Ruang Neonatus RSUD Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan quasi eksperimen dengan menggunakan dua kelompok perlakuan. Populasi penelitian adalah semua bayi BBLR di ruang neonatus RSUD Sidoarjo sebanyak 118 bayi BBLR. Sampel penelitian sebanyak 60 bayi BBLR. Variabel bebas penelitian adalah metode inkubator dan metode kanguru, sedangkan variabel tergantung adalah hipotermia. Instrumen penelitian yang digunakan adalah thermometer dan lembar observasi. Data dianalisis dengan menggunakan uji khi kuadrat dengan α = 0,05%. Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa baik metode inkubator maupun metode kanguru sama efektifnya dalam mencegah hipotermia pada bayi BBLR. Hasil analisis statistic dengan menggunakan uji khi kuadrat didapatkan bahwa tidak ada perbedaan efektifitas penggunaan metode inkubator dengan metode kanguru untuk mencegah hipotermia (p = 0,086). Kesimpulan yang dapat ditarik adalah metode inkubator dan metode kanguru sama efektifnya dalam mencegah hipotermia pada bayi BBLR. Saran peneliti adalah penggunaan metode inkubator untuk mencegah hipotermia pada bayi BBLR yang sakit berat sedangkan untuk bayi BBLR yang stabil dan tidak menderita sakit berat sebaiknya menggunakan metode kanguru karena lebih sederhana dan murah serta untuk perawatan selanjutnya di rumah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 107 /11 Mas p
Uncontrolled Keywords: PREGNANCY ; NUTRIONAL ASPECTS
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics > RJ251-325 Newborn infants Including physiology, care, treatment, diseases
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
NURIL MASRUKAH, 100 911321UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorArief Hargono, drg., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 27 Oct 2011 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 20:51
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22953
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item