"KUALITAS UDARA AMBIEN SELAMA ERUPSI GUNUNG BROMO DAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA" (Studi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo)

AYU KUSUMANINGTIAS, 100710135 (2011) "KUALITAS UDARA AMBIEN SELAMA ERUPSI GUNUNG BROMO DAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA" (Studi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-kusumaning-20536-fkm122-k.pdf

Download (358kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-kusumaning-17235-fkm122-k.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pencemaran udara yang bersumber dari kegiatan alam seperti aktivitas gunungberapi mengandung polutan yang dapat membahayakan kesehatan. Polutan tersebut apabila masuk kedalam saluran pernapasan dapat menyebabkan iritasi sehingga mudah terserang bakteri penyebab ISPA. ISPA menyerang seluruh kelompok umur, namun kelompok yang paling rentan adalah balita. Penelitian bertujuan untuk mempelajari kualitas udara selama erupsi Gunung Bromo dan kejadian ISPA pada balita di Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Metode penelitian adalah deskriptif dengan rancang bangun penelitian cross sectional. Sampel sebesar 53 balita dengan responden orang tua atau pengasuh dari balita yang terpilih menjadi sampel. Instrumen penelitian yang digunakan untuk memperoleh data mengenai kondisi dan ISPA balita adalah kuesioner. Pengukuran kualitas udara menggunakan metode pengukuran yang sesuai dengan parameter yang diukur yaitu TSP, SO2, NO2, NH3, H2S dan HCl. Penelitian menunjukkan parameter udara ambien yang melebihi baku mutu meliputi debu (PM 10) sebesar 839 μg/m3 dan debu (TSP) sebesar 1,177 μg/m3, 4,7359 μg/m3, dan 2,9445 μg/m3. Sebagian besar balita berada pada kelompok umur 12-24 bulan (39,6%), berstatus gizi normal (75,5%), memperoleh imunisasi dasar lengkap 94,3%, dan tidak memperoleh ASI eksklusif 66%. Penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian besar balita sering melakukan aktivitas diluar ruangan (60,4%) tanpa menggunakan pelindung hidung dan mulut (58,7%). Sebgian besar balita yang ,mengalami ISPA adalah kelompok umur 12-24 bulan (38,3%), berada pada status gizi yang normal menurut BB/TB (72,3%), tidak mendapatkan ASI eksklusif (70,2%), mendapatkan imunisasi dasar lengkap (93,6%), sering beraktivitas diluar ruang (61,7%), dan tidak mengenakan pelindung (58,7%). Diharapkan dilakukan monitoring secara rutin terhadap kualitas udara di sekitar Gunung Bromo saat terjadi perubahan aktivitas.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 122 / 11 Kus k
Uncontrolled Keywords: HEALT AND POPULATION
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA565-600 Environmental health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
AYU KUSUMANINGTIAS, 100710135UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorHario Megatsari, S.KM., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 31 Oct 2011 12:00
Last Modified: 14 Jun 2017 22:02
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22967
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item