HUBUNGAN ANTARA FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR PEKERJAAN DENGAN KELELAHAN OBJEKTIF PADA TENAGA KERJA YANG TERPAPAR KEBISINGAN (Studi di Workshop I PT. Barata Indonesia (Persero) Gresik)

MELLISA JULANTI K, 100911270 (2011) HUBUNGAN ANTARA FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR PEKERJAAN DENGAN KELELAHAN OBJEKTIF PADA TENAGA KERJA YANG TERPAPAR KEBISINGAN (Studi di Workshop I PT. Barata Indonesia (Persero) Gresik). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-mellisajul-20588-fkm148-k.pdf

Download (266kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-mellisajul-17265-fkm148-h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja adalah kelelahan. Kelelahan dapat menurunkan kinerja dan bertambahnya tingkat kesalahan kerja, sehingga memberikan peluang terjadinya kecelakaan kerja dalam industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari angka kejadian kelelahan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kelelahan di PT.Barata Indonesia (Persero). Penelitian ini adalah penelitian deskript<font color="#FF0000">if dengan metode pengumpulan data secara observasional sedangkan menurut waktunya adalah cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja di workshop I yang diambil secara total populasi sebanyak 43 tenaga kerja. Data yang didapat diklasifikasikan dan disajikan dalam bentuk tabel dan selanjutnya dianalisis menggunakan coefficient contigensy untuk mengetahui kuat lemahnya hubungan antar variabel. Hasil pemeriksaan kelelahan dengan reaction timer menunjukan bahwa ada 9 orang (20,9%) yang mengalami kelelahan. Berdasarkan hasil analisis, faktor umur, masa kerja, pendidikan, status gizi dan beban kerja memiliki hubungan yang sedang dengan kelelahan kerja. Kebiasaan olah raga, lama kerja dan persepsi kebisingan memiliki hubungan yang lemah sedangkan factor kebiasaan merokok, keadaan monoton dan intensitas kebisingan memiliki hubungan yang sangat lemah dengan kelelahan kerja. Untuk mengurangi risiko terjadinya kelelahan, perlu adanya usaha untuk penyesuaian umur tenaga kerja dengan beban kerja, monitoring kesehatan tenaga kerja, melakukan penyuluhan didukung dengan safety campaign tentang kelelahan kerja dan pencegahannya, pengendalian kebisingan lebih maksimal terutama penegasan kebijakan K3 tentang kewajiban pemakaian alat pelindung telinga.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 148 / 11 Mel h
Uncontrolled Keywords: FATIQUE
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MELLISA JULANTI K, 100911270UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorProf. Dr. Tri Martiana, dr., M.SUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 03 Nov 2011 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 18:03
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22985
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item