HUBUNGAN KOMUNIKASI MANDOR KE BAWAHAN DENGAN TINGKAT KECELAKAAN KERJA DI PERKEBUNAN PT. GUNUNG SEJAHTERA DUA INDAH ASTRA GROUP KALIMANTAN TENGAH

AGUNG SANJAYA, 100710047 (2011) HUBUNGAN KOMUNIKASI MANDOR KE BAWAHAN DENGAN TINGKAT KECELAKAAN KERJA DI PERKEBUNAN PT. GUNUNG SEJAHTERA DUA INDAH ASTRA GROUP KALIMANTAN TENGAH. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-sanjayaagu-20591-fkm145-k.pdf

Download (267kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-sanjayaagu-17268-fkm145-h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu elemen perusahaan yang sangat penting dalam mengoptimalkan fungsi manajemen untuk mencapai tujuan perusahaan. Komunikasi sebagai media pengendalian administratif kecelakaan melalui upaya memodifikasi perilaku, mempengaruhi perubahan dan memaksimalkan informasi. Dua per tiga dari komunikasi yang dilakukan dalam perusahaan berlangsung secara vertikal antara mandor dan bawahan. Tingkat kecelakaan kerja yang terjadi pada tenaga kerja di perkebunan tergolong tinggi sehingga penting untuk dikaji lebih dalam. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mempelajari hubungan komunikasi mandor ke bawahan dengan tingkat kecelakaan kerja. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan crossectional. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2011 di perkebunan PT GSDI Astra Group Kalimantan Tengah. Jumlah responden adalah 85 orang. Data yang terkumpul dilakukan analisa tabulasi silang menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara komunikasi mandor ke bawahan dengan tingkat kecelakaan kerja. petunjuk mandor (p=0,014) informasi (p=0.000), dasar pemikiran rasional (p=0,000), ungkapan negatif mandor (p=0,035), partisipasi mandor (p=0,000) dan umpan balik (p=0,038) Kesimpulan penelitian ini adalah karakteristik tenaga kerja antara lain sebagian besar berpendidikan SD, tingkat pengetahuan rendah, persepsi kerja kurang baik, motivasi kerja tinggi, mayoritas masa kerja kurang dari 5 tahun, penggunaan APD baik, dan sikap kerja cukup baik. Sebagian besar tenaga kerja pernah kecelakaan, mayoritas kecelakaan tingkat ringan. Enam dari tujuh variabel komunikasi mandor ke bawahan menunjukkan kategori baik dan memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kecelakaan kerja. Manajemen perusahaan diharapkan aktif dalam mengkomunikasikan upaya pencegahan risiko bahaya ditempat kerja baik kepada mandor maupun tenaga kerja untuk mengurangi risiko bahaya di perkebunan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 145 /11 San h
Uncontrolled Keywords: INDUSTRIAL ACCIDENTS
Subjects: T Technology > T Technology (General) > T55-T55.3 Industrial safety. Industrial accident prevention
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
AGUNG SANJAYA, 100710047UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorY. Denny Ardyanto Wahyudiono, Dr. Ir. MSUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 03 Nov 2011 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 18:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22988
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item