EVALUASI SISTEM SURVEILANS KUSTA BERDASARKAN KOMPONEN DAN ATRIBUT SURVEILANS DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2010

SUHARTATIK, 100911332 (2011) EVALUASI SISTEM SURVEILANS KUSTA BERDASARKAN KOMPONEN DAN ATRIBUT SURVEILANS DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2010. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-suhartatik-20594-fkm153-k.pdf

Download (269kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-suhartatik-17271-fkm153-e.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kusta merupakan penyakit menular yang masih ditakuti masyarakat karena kecacatan yang ditimbulkannya. Di Propinsi Jawa Timur pada tahun 2010 terdapat 15 kabupaten/ kota yang prevalensi kusta masih diatas 1 per 10.000. Kabupaten Lamongan menempati urutan 5 besar penderita kusta terbanyak. Kecacatan tingkat II pada tahun 2010 sebesar 4% menurun dibandingkan 3 tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 5%. Penelitian ini dilakukan di Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan untuk menggambarkan, mengevaluasi, dan mengidentifikasi permasalahan dalam pelaksanaan sistem surveilans kusta berdasarkan komponen dan atribut surveilans. Penelitian ini bersifat deskriptif yang bentuk pelaksanaannya penelitian evaluasi yang dilakukan untuk menilai suatu program yang sedang atau sudah dilakukan. Penilaian dilakukan terhadap 32 petugas kusta dengan wawancara dan studi dokumentasi untuk mendapatkan informasi tentang pelaksanaan surveilans kusta. Penilaian terhadap komponen surveilans dibandingkan dengan standar Kepmenkes No. 1116/ Menkes/ SK/ VIII/ 2003, buku pedoman nasional untuk surveilans kusta didapatkan hasil dalam pengumpulan data, informasi epidemiologi dan umpan balik tidak memenuhi standar, sedangkan kompilasi, analisis, interpretasi data, diseminasi informasi memenuhi standart dan sebagian besar puskesmas melakukan. Penilaian terhadap atribut surveilans menurut standar Depkes 1997 dan CDC 2001 didapatkan hasil atribut sederhana, akseptabilitas dan kualitas tinggi, representatif, tidak tepat waktu, stabilitas rendah. Sedangkan atribut fleksibilitas, sensitivitas, dan nilai prediktif positif tidak bisa diukur. Permasalahan yang dapat diidentifikasi meliputi kompetensi tenaga, sarana transportasi dan komunikasi yang tidak sesuai standart, kesadaran masyarakat untuk mencari pengobatan kurang, kurangnya dukungan lintas sektor, kemampuan analisis, interpretasi, komputer, penyimpanan arsip kurang, belum diterbitkannya bulletin epidemiologi dan spotmap, diseminasi lintas sektor dan umpan balik kurang maksimal. Saran yang dapat diajukan adalah pelatihan surveilans epidemiologi bagi petugas kusta, pengalokasian dana untuk pengadaan sarana, melakukan penyuluhan, koordinasi jejaring kerja, penegasan kesepakatan waktu, penyusunan bulletin, pemetaan daerah endemis kusta, umpan balik secara rutin, pelatihan komputer dan monitoring evaluasi surveilans untuk program kusta.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 153 /11 Suh e
Uncontrolled Keywords: LEPROSY HAVEN PATIENT
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1-418.5 Medicine and the state > RA407-409.5 Health status indicators. Medical statistics and surveys
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
SUHARTATIK, 100911332UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorM. Atoillah Isfandiari, dr., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 03 Nov 2011 12:00
Last Modified: 15 Jun 2017 17:51
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22991
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item