HUBUNGAN KARAKTERISTIK PEKERJA DAN PEMAKAIAN MASKER DENGAN KELUHAN GANGGUAN PERNAFASAN PADA PENYEMPROT HERBISIDA (Studi di PT Gunung Sejahtera Dua Indah, Kalimantan Tengah)

ANGGA SYAFRIANTO, 100710184 (2011) HUBUNGAN KARAKTERISTIK PEKERJA DAN PEMAKAIAN MASKER DENGAN KELUHAN GANGGUAN PERNAFASAN PADA PENYEMPROT HERBISIDA (Studi di PT Gunung Sejahtera Dua Indah, Kalimantan Tengah). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-syafrianto-20650-fkm171-k.pdf

Download (342kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-syafrianto-17317-fkm171-h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perkembangan Industri yang mempunyai banyak dampak yang positif di lain pihak juga menyebabkan negatif kepada manusia. Dampak negatif yang paling banyak diketahui adalah munculnya penyakit akibat kerja. Salah satu penyakit akibat kerja yang prevalensinya tinggi di Indonesia adalah penyakit paru dan gangguan pernafasan. Pada perusahan perkebunan kelapa sawit, bagian penyemprotan hama merupakan jenis pekerjaan yang rentan terhadap dampak gangguan pernafasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik pekerja (usia, masa kerja dan kebiasaan merokok) dan pemakaian masker dengan keluhan gangguan pernafasan pada penyemprot herbisida. Metode penelitian yang digunakan adalah survei (survey research method) dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilaksanakan di PT Gunung Sejahtera Dua Indah, Kalimantan Tengah, mulai bulan April-Mei 2011 dengan jumlah responden 49 pekerja. Data yang terkumpul dianalisa dengan tabulasi silang chi square, jika tidak memenuhi syarat dilanjutkan dengan uji fisher dan kolmogorov-smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia antara 26 – 35 tahun, hampir seluruhnya tidak memiliki kebiasaan merokok, paling banyak bekerja selama kurang dari 6 tahun, dan lebih banyak responden yang kadang-kadang memakai masker dari pada responden yang selalu memakai masker saar bekerja. Keluhan gangguan pernafasan yang paling banyak dirasakan responden adalah batuk. Hasil analisis membuktikan bahwa dengan menggunakan α = 5 %, ada hubungan antara keluhan gangguan pernafasan dengan masa kerja (p = 0,007) dan pemakaian masker (p = 0,022). tetapi tidak ada hubungan antara keluhan gangguan pernafasan dengan usia (p = 0,198) dan kebiasaan merokok (p = 0,116). Dapat disimpulkan bahwa pekerjaan sebagai penyemprot herbisida di PT Gunung Sejahtera Dua Indah berisiko terkena keluhan gangguan pernafasan. Oleh karena itu, sebaiknya pihak perusahaan melakukan medical check up kepada seluruh penyemprot herbisida agar dapat memantau kesehatan pekerjanya dan meningkatkan kesadaran pekerja dalam memakai alat pelindung diri dengan lengkap termasuk masker.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 171 / 11 Sya h
Uncontrolled Keywords: INDUSTRIAL SAFETY ; MASK
Subjects: T Technology > T Technology (General) > T55-T55.3 Industrial safety. Industrial accident prevention
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
ANGGA SYAFRIANTO, 100710184UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMeirina Ernawati, Drh., M. KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 07 Nov 2011 12:00
Last Modified: 15 Jun 2017 17:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23007
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item