HUBUNGAN ANTARA PRE EKLAMSI SELAMA KEHAMILAN DENGAN TERJADINYA BBLR DAN ASFIKSIA PADA BAYI YANG DILAHIRKAN (Studi Kasus di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik Periode November 2010-April 2011)

PIPIT IKA WIDHIASTUTIK, 100911333 (2011) HUBUNGAN ANTARA PRE EKLAMSI SELAMA KEHAMILAN DENGAN TERJADINYA BBLR DAN ASFIKSIA PADA BAYI YANG DILAHIRKAN (Studi Kasus di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik Periode November 2010-April 2011). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-widhiastut-20652-fkm169-k.pdf

Download (295kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-widhiastut-17319-fkm169-h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (863kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pre eklamsi-eklamsi merupakan penyakit kehamilan yang sistematik yang etiologi nya sampai saat ini belum diketahui secara pasti, gejala yang ditemui erdiri dari hipertensi, proteinuria, dan oedema. Penyebab kematian pada bayi adalah asfiksia dan persalinan prematuritas atau disebut juga BBLR. Preeklampsia, baik secara independen maupun bersama dengan penyakit lain, merupakan penyebab utama kematian ibu dan kelahiran prematur yang tertinggi di dunia. Prematuritas sendiri akan menyebabkan problem kesehatan si bayi dalam periode hidupnya di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pre eklamsi selama kehamilan dengan terjadinya BBLR dan Asfiksia pada bayi yang dilahirkan. Desain penelitian ini adalah korelatif dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian berupa catatan rekam medis ruang bersalin RSUD IBNU SINA Kabupaten Gresik Periode Bulan November 2010 sampai April 2011, selanjutnya untuk mengetahui hubungan antar variabel dilakukan uji Spearman Rho dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (78,4%) ibu hamil tidak mengalami pre eklamsi, bayi lahir tidak mengalami BBLR (77,7%), dan bayi lahir mengalami asfiksia ringan (57,2%). Selanjutnya terdapat hubungan yang signifikan antara pre eklamsi dengan BBLR (signifikan sebesar 0,000) dan terdapat hubungan yang signifikan antara pre eklamsi dengan asfiksia (signifikan sebesar 0,007). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan mutu dan upaya preventif dalam asuhan antenatal care berupa pemeriksaan kehamilan untuk mendeteksi timbulnya pre eklamsi yang dapat mencegah BBLR dan asfiksia. Bagi ibu hamil dan keluarga diharapkan melaksanakan pemeriksaan kehamilan secara teratur dan lebih mengenal atau mengetahui apa saja komplikasi dalam kehamilan terutama tentang pre eklamsi, agar dapat mencegah BBLR dan asfiksia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 169 / 11 Wid h
Uncontrolled Keywords: NUTRIENT STATUS
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics > RJ251-325 Newborn infants Including physiology, care, treatment, diseases
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
PIPIT IKA WIDHIASTUTIK, 100911333UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorArief Wibowo, Dr. dr.,M.SUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 07 Nov 2011 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 20:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23009
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item