RISIKO KEBIASAAN OLAHRAGA (TRAINING) TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PENDERITA YANG BEROBAT DI RSU HAJI SURABAYA

FRISYA FEBRIANI, 100710026 (2011) RISIKO KEBIASAAN OLAHRAGA (TRAINING) TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PENDERITA YANG BEROBAT DI RSU HAJI SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-febrianifr-20664-fkm192-k.pdf

Download (293kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-febrianifr-17336-fkm192-r.pdf
Restricted to Registered users only

Download (660kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan jenis penyakit yang dapat dicegah dengan melakukan olahraga secara teratur. Kurang aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko kejadian PJK. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis risiko kebiasaan olahraga (training) yang meliputi jenis, frekuensi, lama waktu olahraga terhadap kejadian PJK pada penderita yang berobat di RSU Haji Surabaya bulan Mei sampai Juni 2011 Penelitian dilaksanakan dengan rancangan kasus kontrol. Sampel kasus adalah pasien PJK yang berobat di poli jantung dan sampel kontrol adalah pasien tidak PJK yang berobat di poli penyakit dalam RSU Haji kecuali penderita yang memiliki faktor risiko PJK (DM, hipertensi, hiperkolesterolemi) masing-masing sebanyak 21 orang. Sampel diambil dengan cara systematic random sampling. Variabel tergantung adalah kejadian PJK. Variabel bebas adalah umur, jenis kelamin, kebiasaan olahraga (training), jenis, frekuensi, dan lama waktu olahraga. Data dianalisis dengan menghitung nilai OR dengan menggunakan program Epi Info. Kemaknaan dinilai berdasarkan nilai OR pada 95% CI. Kebiasaan olahraga (training) mempunyai nilai OR 1,79. Jenis olahraga anaerobik mempunyai nilai OR 3,00. Frekuensi olahraga < 3 kali/minggu mempunyai nilai OR 5,25. Lama waktu olahraga < 30 menit mempunyai nilai OR 3,00. Besar risiko tersebut tidak bermakna secara statistik karena 95% CI melewati angka 1. Dapat disimpulkan bahwa orang yang tidak mempunyai kebiasaan olahraga (training) berisiko lebih besar terkena PJK daripada orang yang mempunyai kebiasaan olahraga (training), meskipun tidak bermakna secara statistik karena jumlah sampel kecil dan banyaknya faktor risiko PJK lain yang tidak diteliti. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang faktor risiko PJK yang lain selain olahraga. Untuk mencegah terjadinya PJK perlu diperhatikan tentang kebiasaan olahraga (training), jenis, frekuensi, dan lama waktu olahraga mengingat masih banyaknya orang yang mempunyai keadaan berisiko tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 192 11 Feb r
Uncontrolled Keywords: LORONARY DISEASES
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC1200 Sports Medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
FRISYA FEBRIANI, 100710026UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAtik Choirul Hidajah, dr., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 08 Nov 2011 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 21:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23015
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item