KELUHAN PRE MENSTRUAL SYNDROME DAN PRODUKTIVITAS KERJA (STUDI PADA TENAGA KERJA PEREMPUAN PELINTING ROKOK KLOBOT DI CV. OELOENG BOJONEGORO)

EKA CHARTINA, 100710221 (2011) KELUHAN PRE MENSTRUAL SYNDROME DAN PRODUKTIVITAS KERJA (STUDI PADA TENAGA KERJA PEREMPUAN PELINTING ROKOK KLOBOT DI CV. OELOENG BOJONEGORO). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-chartinaek-20669-fkm191-k.pdf

Download (338kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-chartinaek-17339-fkm191-k.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Banyak tenaga kerja perempuan berperan aktif dalam pembangunan di bidang industri. Perempuan dan pria memiliki perbedaan sehingga dibutuhkan penyesuaian dalam beban dan kebijakan kerja, yaitu hamil dan haid. Pre Menstrual Syndrome adalah gangguan haid yang terjadi sebelum haid datang yang dapat mempengaruhi kinerja dari tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keluhan Pre Menstrual Syndrome dan produktivitas kerja pelinting rokok klobot di CV. Oeloeng Bojonegoro. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasinya adalah seluruh tenaga kerja perempuan yang bekerja pada bagian pelinting rokok klobot di Perusahaan rokok CV Oeloeng Bojonegoro. Sampelnya adalah tenaga kerja perempuan yang berusia reproduktif, mengalami siklus haid tiap bulannya dan mengalami keluhan Pre Menstrual Syndrome. Variabel yang diteliti adalah karakteristik (usia, pendidikan, perkawinan, melahirkan, jumlah anak, status gizi, kebiasaan olahraga, derajat kesehatan yaitu keluhan Pre Menstrual Syndrome), produktivitas kerja pelinting rokok (saat mengalami dan saat tidak mengalami keluhan Pre Menstrual Syndrome). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden yang mengalami keluhan Pre Menstrual Syndrome, dengan didominasi oleh kelompok usia 15-29 tahun yang berpendidikan SD, sudah menikah, pernah melahirkan, memiliki ≤2 anak, berstatus gizi normal, dan tidak memiliki kebiasaan olahraga serta mengalami keluhan Pre Menstrual Syndrome >5 keluhan. Hasil perhitungan produktivitas kerja saat mengalami dan saat tidak mengalami keluhan Pre Menstrual Syndrome menunjukkan angka relative risk sebesar 2,60 artinya Pre Menstrual Syndrome mempunyai resiko menurunkan produktivitas kerja. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Pre Menstrual Syndrome mempunyai resiko yang dapat menurunkan produktivitas kerja. Saran yang diberikan sesuai dengan UU yakni diharapkan perusahaan memberikan istirahat atau cuti kepada tenaga kerja perempuan pada saat siklus Pre Menstrual Syndrome atau haid. Pentingnya diberikan edukasi dan pemberdayaan mengenai pentingnya mencegah dan mengobati gangguan Pre Menstrual Syndrome.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 191 / 11 Cha k
Uncontrolled Keywords: THE WORK ACTIVITIES AND PRODUCTIVE HEALT
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene, Including clothing, bathing, exercise, travel, nutrition, sleep, sex hygiene
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
EKA CHARTINA, 100710221UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorY. Denny Ardyanto W., Dr. Ir., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 08 Nov 2011 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 21:09
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23016
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item