DISPARITAS UNMET NEED KB ANTAR KABUPATEN/KOTA DI PROPINSI JAWA TIMUR BERDASARKAN KARAKTERISTIK SOSIO-DEMOGRAFI DAN ALASAN UNMET NEED (ANALISIS LANJUT DATA MINI SURVEY 2010)

SETYOWATIWAHYUNINGDYAH SIPTI, 100911344 (2011) DISPARITAS UNMET NEED KB ANTAR KABUPATEN/KOTA DI PROPINSI JAWA TIMUR BERDASARKAN KARAKTERISTIK SOSIO-DEMOGRAFI DAN ALASAN UNMET NEED (ANALISIS LANJUT DATA MINI SURVEY 2010). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-setyowatiw-20679-fkm186-k.pdf

Download (341kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-setyowatiw-17348-fkm186-d.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Unmet need merupakan fenomena yang banyak terjadi, terutama di negara berkembang. Angka unmet need didefinisikan sebagai persentase wanita usia subur (15-49 tahun) berstatus kawin yang tidak ingin mempunyai anak lagi atau ingin menunda kelahiran berikutnya, tetapi tidak memakai alat/cara kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran dan disparitas unmet need KB di kabupaten/kota di Jawa Timur tahun 2010 berdasarkan karakteristik sosio-demografi dan alasan unmet need. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah data sekunder yang didapat dari kegiatan Mini Survey Pemantauan Pasangan Usia Subur Tahun 2010 BKKBN Provinsi Jawa Timur. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini meliputi unmet need umur, tingkat pendidikan, jumlah anak, umur pertama kawin. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa angka rata-rata unmet need di provinsi Jawa Timur pada tahun 2010 sebesar 12%, dimana dari 38 kabupaten di provinsi Jawa Timur, 17 kabupaten termasuk unmet need yang jumlah persentasenya lebih dari 12%. Angka ini lebih tinggi daripada angka unmet need nasional yang besarnya 9 %. WUS yang tergolong unmet need mayoritas berusia ≥ 35 tahun, berpendidikan rendah yaitu tidak sekolah, tamat SD dan tidak tamat SD, memiliki jumlah anak lahir hidup dan jumlah anak masih hidup sebanyak 1-2 anak, dengan usia kawin rata-rata 15-19 tahun dan alasan terbanyak karena merasa tidak subur lagi. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 17 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur termasuk daerah dengan unmet need tinggi. Rekomendasi dari hasil penelitian adalah dinas/instansi seperti BKKBN perlu mengawasi daerah-daerah yang unmet neednya tinggi dan daerah yang rawan unmet need, memaksimalkan kinerja Petugas Lapangan Keluarga Berencana dan mensosialisasikan program KB kepada PUS dan masyarakat luas. Bagi masyarakat khususnya WUS berusia 35 tahun keatas untuk segera ikut KB untuk mengakhiri kelahiran serta mencegah resiko kehamilan dan persalinan, sedangkan WUS yang berusia kurang dari 35 tahun tetap ikut KB untuk pengaturan jarak kelahiran dan penentuan jumlah anak dalam keluarga. Meningkatkan pemahaman tentang manfaat ikut KB terhadap masyarakat luas dengan cara meningkatkan pelayanan KIE tentang pentingnya penundaan dan pembatasan kelahiran demi kesejahteraan masyarakat terutama pada daerah dengan kondisi sosial dan pendidikan rendah serta pada PUS.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 186 / 11 Set d
Uncontrolled Keywords: FAMILY PLANNING
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1-418.5 Medicine and the state > RA407-409.5 Health status indicators. Medical statistics and surveys
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SETYOWATIWAHYUNINGDYAH SIPTI, 100911344UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorLutfi Agus Salim, S.KM , M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 08 Nov 2011 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 21:20
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23021
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item