ANALISIS FAKTOR KEBIJAKAN MANAJEMEN TERHADAP TINGGINYA PENYAKIT FRAMBUSIA DI PUSKESMAS KABUPATEN ALOR

SWINGLI M.D.H LOBAN, 100911286 (2011) ANALISIS FAKTOR KEBIJAKAN MANAJEMEN TERHADAP TINGGINYA PENYAKIT FRAMBUSIA DI PUSKESMAS KABUPATEN ALOR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-lobanswing-20774-fkm226-k.pdf

Download (294kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-lobanswing-17422-fkm226-a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pada tahun 2007 Kabupaten Alor bekerja sama dengan WHO mulai menjalankan Program Eradikasi Frambusia. Penemuan penderita Frambusia pada tahun 2007 sebanyak 256 orang, tahun 2008 penemuan penderita Frambusia sebanyak 281 dan tahun 2009 penemuan penderita Frambusia sebanyak 248 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun rekomendasi program kebijakan pemberantasan penyakit frambusia berdasarkan evaluasi program frambusia tahun 2007-2010. Penelitian ini termasuk penelitian evaluasi. Populasi penelitian ini adalah pemegang program Frambusia di Dinas Kesehatan Kabupaten Alor dan petugas pemegang program penanggulangan penyakit Frambusia yang ada di Puskesmas Kabupaten Alor berjumlah 12 orang. Hasil penelitian; Faktor Puskesmas, Kurangnya keterlibatan Stakeholder dalam pembahasan pelaksanaan dan advokasi dengan mitra lintas sektor dalam rangka eradikasi frambusia. Penyusunan perencanaan program pemberantasan penyakit Frambusia di Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Alor belum menggunakan sistematika baku perencanaan yaitu tahap analisa situasi, penyusunan prioritas masalah, penentuan tujuan program dan kriteria keberhasilan, penentuan rincian kegiatan program, penentuan target cakupan, penentuan lokasi kegiatan, penentuan jadwal kegiatan, penentuan jadwal kegiatan supervisi, penyusunan Plan of action (POA) atau perencanaan pelaksanaan belum dikerjakan sesuai dengan harapan, supervisor belum memperhatikan kualitas supervisi dalam hal tujuan dan substansi supervisi, kurangnya komunikasi informasi lintas program, monitoring belum dilaksanakan dengan sempurna, Kegiatan evaluasi hasil tidak dilakukan terhadap rencana program. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kurangnya keterlibatan Stakeholder dalam pembahasan pelaksanaan dan advokasi dengan mitra lintas sektor dalam rangka eradikasi frambusia, penyusunan perencanaan program frambusia di Puskesmas Kabupaten Alor belum optimal, kegiatan evaluasi hasil dalam kegiatan program Frambusia belum dilakukan secara maksimal, dan kurangnya support dana untuk pemberantasan penyakit frambusia di Puskesmas Wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Alor.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 226 11 Lob a
Uncontrolled Keywords: YAWS ; SEER PROGRAM
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD61 Risk Management
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SWINGLI M.D.H LOBAN, 100911286UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorS. Supriyanto, Prof. Dr.dr., M.SUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 11 Nov 2011 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 23:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23070
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item