HUBUNGAN POLA ASUH, ASIH, DAN ASAH DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 1-3 TAHUN (Di RW XII, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya)

NIFLA HUSNA QONITA, 100710177 (2011) HUBUNGAN POLA ASUH, ASIH, DAN ASAH DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 1-3 TAHUN (Di RW XII, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-qonitanifl-20822-fkm251-k.pdf

Download (293kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-qonitanifl-17467-fkm251-h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Masalah gizi kurang maupun gizi buruk pada balita usia 1-3 tahun seharusnya mendapat perhatian yang besar baik dari masyarakat maupun dari pemerintah karena tiga tahun pertama dari kehidupan anak merupakan usia emas yang sangat menentukan untuk masa depan mereka. Pada rentang usia ini anak mengalami perkembangan yang paling pesat dalam seluruh kehidupannya, baik dari segi fisik maupun mental/kejiwaan. Gangguan gizi dapat disebabkan oleh pola pengasuhan ibu kepada anaknya yang terdiri dari pola asuh, asih, dan asah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh, asih, dan asah dengan status gizi balita usia 1-3 tahun. Penelitian dilaksananakan dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah balita di RW XII, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya. Sampel penelitian ini adalah balita usia 1-3 tahun beserta ibunya, dengan menggunakan teknik simple random sampling didapatkan 62 responden. Pengumpulan data yang meliputi karakteristik balita usia 1-3 tahun, karakteristik keluarga, karakteristik ibu/pengasuh, pola konsumsi, pola asuh, asih, dan asah ibu dilakuakan dengan menggunakan kuesioner, sedangkan untuk status gizi balita diukur menggunakan indeks BB/TB dibandingkan dengan standar baku WHO-MGRS. Uji statistik yang digunakan adalah Somers, dan lambda (=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki status gizi yang normal (82,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh pada variabel nutrisi dengan status gizi balita (p=0,015), sedangkan pada variabel perawaatan kesehatan dasar dan keadaan tempat tinggal tidak berhubungan dengan status gizi balita. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pola asih dan asah dengan status gizi balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pola asuh dengan status gizi balita usia 1-3 tahun. Untuk itu perlu ditekankan pentingnya perananan orang tua terhadap pengasuhan balita agar kejadian kurang gizi dapat diturunkan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 251 11 Qon h
Uncontrolled Keywords: NUTRITION
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics > RJ251-325 Newborn infants Including physiology, care, treatment, diseases
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
NIFLA HUSNA QONITA, 100710177UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorProf.R.Bambang W, dr.,MS.,M.CN.,Ph.D.,Sp.GKUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 14 Nov 2011 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 17:44
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23087
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item