FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERHADAP CACAT TINGKAT II PADA PENDERITA KUSTA DI KABUPATEN LAMONGAN

JOKO ANDRIYANTO, 100911304 (2011) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERHADAP CACAT TINGKAT II PADA PENDERITA KUSTA DI KABUPATEN LAMONGAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-andriyanto-20871-fkm268-k.pdf

Download (358kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-andriyanto-17512-fkm268-f.pdf
Restricted to Registered users only

Download (780kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kecacatan pada penderita kusta masih banyak ditemui dalam penemuan penderita penyakit kusta. Di Kabupaten Lamongan angka proporsi cacat tingkat II masih diatas target nasional sebesar 5%. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk timbulnya cacat seminimal mungkin dan mencegah bertambah beratnya cacat yang sudah ada. Diantaranya denga diagnosa dini dan perawatan diri dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari hubunganumur, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, tipe kusta, diagnosa dini, kepatuhan berobat, perawatan diri, tingkat pengetahuan, status anemia dan sumber air keperluan sehari-hari dengan kejadian cacat tingkat II pada penderita kusta di Kabupaten Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian observarsional dengan rancangan kasus kontrol. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dengan panduan kuisioner dan observasi kartu berobat sedangkan pemeriksaan kadar Haemoglobin (Hb) menggunakan alat rapid test. Jumlah sampel sebanyak 76 penderita.Sampel terdiri dari 38 penderita kelompok kasus dan 38 penderita kelompok kontrol. Kasus adalah penderita dengan cacat tingkat II. Kontrol adalah penderita dengan cacat tingkat I. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dengan α=5 %. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa sebagian besar penderita kusta adalah kelompok umur dewasa (98,7%), laki-laki (52,6%), tipe MB (61,8%), diagnosa dini terlambat (59,2%), kepatuhan berobat (61,8%), perawatan dini jelek (60,5%), tingkat pengetahuan kurang (56,6%), anemia (71,1%), sumber air keperluan sehari-hari tidak air bersih (97,4%). Hasil analisa menunjukkan terdapat hubungan antara tipe kusta (p=0,001),diagnosa dini (p=0,000), kepatuhan berobat (p=0,005), perawatan diri (0,010), anemia (0,005). Sedangkan tidak ada hubungan pada sumber air keperluan sehari-hari (p=0,493). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar penderita kusta merupakan kelompok umur dewasa, lakilaki dengan tingkat pengetahuan tentang kusta kurang. Terdapat hubungan yang bermakna antara tipe kusta, diagnosa dini, kepatuhan berobat, perawatan diri dan anemia dengan kejadian cacat tingkat II, sedangkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sumber air keperluan sehari-hari dengan kejadian cacat tingkat II. Saran yang direkomendasikan untuk Dinas Kesehatan adalah mengintensifkan pengawasan minum obat kusta, pemberian suplemen zat besi untuk mencegah anemia, bagi penderita agar selalu melakukan perawatan diri dan aktif berkomunikasi dengan petugas puskesmas atau kesehatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 268 11 And f
Uncontrolled Keywords: LEPROSY
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1-418.5 Medicine and the state > RA407-409.5 Health status indicators. Medical statistics and surveys
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
JOKO ANDRIYANTO, 100911304UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorLucia Yovita Hendrati, S.KM, M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 16 Nov 2011 12:00
Last Modified: 26 Oct 2016 19:02
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23099
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item