FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DRY EYES SYNDROME PADA PEKERJA MENGGUNAKAN VISUAL DISPLAY TERMINAL (VDT) DI PT. PUPUK KALTIM

LISA WAKHYU ISNAINI, 100911078 (2013) FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DRY EYES SYNDROME PADA PEKERJA MENGGUNAKAN VISUAL DISPLAY TERMINAL (VDT) DI PT. PUPUK KALTIM. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (309kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Saat ini penggunaan komputer maupun laptop sangatlah banyak, dari kalangan anak-anak bahkan dewasa dan hampir semua aspek pekerjaan di perkantoran, rumah, industri sudah memanfaatkan alat teknologi tersebut.Akan tetapi banyak faktor risiko yang ditimbulkan dari penggunaan komputer dan laptop selalu diabaikan oleh masyarakat. Apalagi dengan bertambahnya usia, mata manusia sangat rentan terkena dry eyes syndrome. Ditambah dengan jarak pandang yang tidak ergonomis dan faktor lingkungan yang akan menambah munculnya dry eyes syndrome tersebut. Penelitian ini bertujuan mempelajari faktor yang berhubungan dengan dry eyes syndrome pada pekerja yang menggunakan VDT di PT. PKT Penelitian ini menggunakan metode analitik. Populasi penelitian adalah pekerja yang berusia 40 tahun ke atas di perusahaan PT.PKT sebanyak 55 orang dan sampel sebanyak 35 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah intensitas pencahayaan, jarak pandang, karakteristik pekerja, layar monitor pada komputer dan faktor lingkungan. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik correlation linier pearson dengan tingkat signifikan α=0,05. Hasil penelitian ini bahwa terdapat berhubungan yang signifikan seperti, umur responden = 0,000 (p<0,05), jenis kelamin = 0,037 (p<0,05), lama kerja = 0,037 (p<0,05), masa kerja = 0,010 (p<0,05), penggunaan obat-obatan = 0,000 (p<0,05), posisi jarak pandang = 0,004 (p<0,05), penggunaan layar datar dan layar cembung = 0,000 (p<0,05),gangguan kesilauan 0,004 (p> 0,05), pencahayaan lokal 0,001 (p> 0,05). Kesimpulan penelitian adalah dry eyes syndrome suatu gangguan pada mata yang ditandai dengan ketidakstabilan produksi dan fungsi dari lapisan air mata. Angka kejadian ini lebih banyak dialami oleh laki-laki serta ditandai dengan gejala mata pedih, panas, gatal, lengket, tegang. Saran lebih banyak kepada individual atau pekerja dengan menjaga kesehatan mata, mengatur posisi jarak pandang dan istirahat teratur serta menginstruksikan kepada departemen K3 untuk melakukan sosialisasi, pengawasan yang berkaitan dengan ergonomi komputer.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 89/13 Isn f
Uncontrolled Keywords: Dry eyes syndrome
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
LISA WAKHYU ISNAINI, 100911078UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTri Martiana, Prof. Dr. , dr., MSUNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 07 Nov 2013 12:00
Last Modified: 13 Aug 2016 07:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23130
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item