FAKTOR DOMINAN YANG BERPENGARUH TERHADAP MUNCULNYA KELUHAN SUBYEKTIF AKIBAT TEKANAN PANAS PADA TENAGA KERJA DI PT. IGLAS (PERSERO)

FEFTI HADI ISTIQOMAH, 100911143 (2013) FAKTOR DOMINAN YANG BERPENGARUH TERHADAP MUNCULNYA KELUHAN SUBYEKTIF AKIBAT TEKANAN PANAS PADA TENAGA KERJA DI PT. IGLAS (PERSERO). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (98kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pabrik gelas merupakan salah satu lingkungan yang mempunyai iklim kerja panas. Bekerja pada lingkungan kerja yang panas dapat menyebabkan berbagai keluhan subyektif akibat tekanan panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor dominan yang berpengaruh terhadap munculnya keluhan subyektif akibat tekanan panas. Faktor-faktor yang diteliti adalah umur, shift kerja, lama istirahat, kebiasaan minum, ukuran tubuh, kesegaran jasmani, beban kerja fisik dan iklim kerja. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan rancangan Crossectional. Populasi penelitian adalah tenaga kerja di unit Forming, Melting, dan Sortir PT.IGLAS (Persero) tahun 2013. Teknik pengambilan dilakukan dengan menggunakan teknik proporsional random sampling (52 tenaga kerja). Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji korelasi spearman dan uji regresi linier ganda. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari seluruh faktor yang diteliti, hanya, shift kerja (p=0,001;r=-0,431) dan ukuran tubuh (p=0,005;r=0,382) yang memiliki hubungan dengan munculnya keluhan subyektif akibat tekanan panas. Kedua faktor tersebut memiliki pengaruh terhadap munculnya keluhan subyektif akibat tekanan panas (p=0,000) dan memberikan kontribusi terhadap terjadinya keluhan subyektif akibat tekanan panas sebesar 30,9%. Hasil pengaruh yang diperoleh memiliki pola yang sama dengan pola hubungan yang dihasilkan. Namun, nilai koefisien regresi menunjukkan bahwa shift kerja (β=-2,860) memiliki pengaruh yang lebih besar daripada ukuran tubuh ( β =1,290). Dapat disimpulkan bahwa faktor dominan yang berpengaruh terhadap munculnya keluhan subyektif akibat tekanan panas adalah shift kerja. Peneliti menyarankan pada manajemen perusahan untuk mengatur kembali irama kerja tenaga kerja dengan memberikan libur tetap bersama, libur setelah shift kerja malam, dan terapi kesehatan berupa senam dan diet pada tenaga kerja dengan ukuran tubuh overweight.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 91/13 Ist f
Uncontrolled Keywords: heat stress
Subjects: R Medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
FEFTI HADI ISTIQOMAH, 100911143UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorErwin Dyah Nawawinetu, , dr., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 07 Nov 2013 12:00
Last Modified: 13 Aug 2016 07:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23132
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item