KUALITAS FISIK UDARA DAN KONSENTRASI KARBON DIOKSIDA DI DALAM RUANGAN, PENGARUHNYA TERHADAP SICK BUILDING SYNDROME (Studi pada Karyawan di Dua Kantor Perusahaan X)

ALFREDA EFFIE ARDIAN, 100911014 (2013) KUALITAS FISIK UDARA DAN KONSENTRASI KARBON DIOKSIDA DI DALAM RUANGAN, PENGARUHNYA TERHADAP SICK BUILDING SYNDROME (Studi pada Karyawan di Dua Kantor Perusahaan X). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (HALAMAN DEPAN)
Binder1(1)_Part1.pdf

Download (288kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder1(1)_Part2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
Binder1(1)_Part3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pencemar yang tidak dapat diencerkan akibat desain gedung yang diisolasi dapat mempengaruhi kenyamanan dan keluhan kesehatan akut (Sick Building Syndrome). Studi cross sectional dilaksanakan di Kantor Divisi A dan B Perusahaan X untuk mengidentifikasi SBS, faktor perosnal dan karakteristik area kerja pada 44 sampel yang dipilih melalui stratified random sampling. Faktor fisika (suhu, kelembapan relatif, debu total) dan CO2 diukur langsung sebagai variabel independen. Suhu dan debu total masih sesuai dengan persyaratan, namun tidak untuk CO2 (kantor divisi A dan B), kelembapan relatif (kantor divisi B) dan dCO2 (kantor divisi A) Hasil analisis regresi logistik ganda adalah orang yang lebih tua lebih tidak berisiko mengalami gejala SBS (eye irritation p=0,040; OR=1,169 dan eye tiredness p=0,005; OR=1,267) namun berisiko mengalami lebih dari 2 gejala (kasus SBS) (SBS case) (p=0,009; OR=1,274). Tidak adanya partisi mengurangi risiko terjadinya gejala SBS (eye irritation p=0,012; OR= 30,30 dan eye tiredness p=0,006; OR=18,87). Semakin tinggi perbedaan CO2 di dalam dibandingkan di luar ruangan (dCO2) meningkatkan risiko terjadinya kasus SBS (mengalami lebih dari 2 gejala) (p=0,024; OR=1,011). Hasil regresi linier menunjukkan jumlah gejala (PSI) menurunkan PSI (sebanyak 9%) untuk setiap kenaikan usia. SBS dipengaruhi oleh peningkatan usia dan tidak adanya partisi sebagai faktor proteksi dan peningkatan dCO2 sebagai faktor risiko. Pengontrolan kualitas udara dalam ruangan dapat dilakukan dengan mengoperasikan jendela, modifikasi partisi, dan deteksi dini SBS pada pemeriksaan kesehatan tahunan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 92/13 Ard k
Uncontrolled Keywords: factors affecting
Subjects: R Medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
ALFREDA EFFIE ARDIAN, 100911014UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSudarmaji, , SKM., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 07 Nov 2013 12:00
Last Modified: 15 Jun 2017 18:45
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23133
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item