HUBUNGAN SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN NYERI OTOT PADA PEKERJA INDUSTRI GARMEN KABUPATEN BADUNG PROPINSI BALI TAHUN 2013

YUNITA KHAIRATUNNISA, 100911146 (2013) HUBUNGAN SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN NYERI OTOT PADA PEKERJA INDUSTRI GARMEN KABUPATEN BADUNG PROPINSI BALI TAHUN 2013. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (275kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (993kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Gangguan otot rangka merupakan sekumpulan kondisi yang melibatkan saraf, tendon, otot, dan struktur pendukung seperti diskus intervertebralis, yang mengalami berbagai gangguan. Faktor pekerjaan dilaporkan berkontribusi pada beberapa penyakit otot rangka. WHO memperkirakan prevalensi gangguan otot rangka mencapai hampir 60% dari semua penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sikap kerja dengan keluhan nyeri otot pada pekerja di industri garmen UD. X Badung. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Analisis data dengan menggunakan uji Chi-square dan uji Fisher’s Exact. Besar sampel pada penelitian ini adalah 28 pekerja dengan kriteria inklusi yaitu tidak pernah mengalami trauma pada otot rangka. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berumur 22-26 tahun (32,14%), jenis kelamin 85,71% laki-laki, masa kerja antara 2-3 tahun (39,29%), dan 46,43% memiliki kebiasaan olahraga dengan frekuensi olahraga < 3 kali seminggu (76,92%). Mayoritas responden bekerja dengan posisi leher menunduk (57,14%) dan dengan posisi bekerja lebih sering duduk (53,57%). Responden yang bekerja dengan posisi duduk ≥ 4 jam sebanyak 53,33% dan dengan posisi berdiri ≥ 4 jam sebanyak 84,62%. Posisi punggung responden mayoritas membungkuk (57,14%) ketika bekerja. Tingkat keluhan nyeri otot responden sebesar 46,43% dengan tingkat keparahan ringan (15,38%) dan sedang (84,62%). Mayoritas responden mengeluhkan pegal, ngilu, dan linu (69,23%) yang muncul setelah selesai bekerja (76,92%). Bagian anggota tubuh dikeluhkan responden mayoritas pada leher atas (84,62%), pinggang (84,62%), dan tengkuk (76,92%). Analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara posisi leher, posisi tubuh, lama duduk, dan posisi punggung dengan keluhan nyeri otot (p=0,019, p=0,007, p=0,026, p=0,019). Sedangkan lama berdiri tidak memiliki hubungan dengan keluhan nyeri otot (p=0,295). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara sikap kerja dengan keluhan nyeri otot pada pekerja industri garmen UD.X. Disarankan kepada perusahaan untuk menyediakan stasiun kerja yang ergonomis dan pekerja disarankan untuk sering mengubah posisi tubuh.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 96/13 Kha h
Uncontrolled Keywords: garment industry
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
YUNITA KHAIRATUNNISA, 100911146UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSho’im Hidayat, , dr., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 07 Nov 2013 12:00
Last Modified: 13 Aug 2016 08:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23137
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item