RISK ASSESSMENT DAN PENGENDALIAN RISIKO PADA SEKTOR PERTANIAN(Studi Kasus di Pertanian Bawang Merah Desa Kendalrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk)

DESRINA ERNAWATI, 100911131 (2013) RISK ASSESSMENT DAN PENGENDALIAN RISIKO PADA SEKTOR PERTANIAN(Studi Kasus di Pertanian Bawang Merah Desa Kendalrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (279kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
23142.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sektor pertanian bawang merah merupakan sektor yang dalam setiap tahap/proses pekerjaannya terdapat potensi bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja (PAK). Oleh sebab itu, risk assessment yang merupakan bagian dari manajemen risiko perlu dilakukan untuk mengetahui bahaya apa yang ada di sektor pertanian, seberapa jauh tingkat risiko yang ditimbulkan sehingga dapat dilakukan tindakan pengendalian yang tepat. Tujuan umum dari penelitian ini adalah melakukan risk assessment dan upaya pengendalian risiko pada sektor pertanian di Desa Kendalrejo, Kec. Bagor, Kab. Nganjuk. Penelitian ini dilaksanakan secara observasional dengan rancangan cross sectional. Observasi dilaksanakan terhadap sumber bahaya dan upaya pengendalian. Wawancara dilakukan kepada pekerja maupun pemilik tanah di sektor pertanian bawang merah Desa Kendalrejo, Kec. Bagor, Kab. Nganjuk. Variabel penelitian adalah pekerjaan pada sektor pertanian, hazard, identifikasi bahaya, risk assessment, analisis risiko, evaluasi risiko, dan pegendalian risiko. Hasil dari identifikasi bahaya yang telah dilakukan, diketahui terdapat 69 potensi bahaya yang dapat menimbulkan 72 risiko. Risk assessment yang dilakukan didapatkan tingkat risiko yaitu 34 risiko priority 1, 27 risiko substantial, 7 risiko priority 3, 3 risiko acceptable, dan 1 risiko very high. Upaya pengendalian risiko belum dilakukan sehingga risiko yang ada tidak dikelola dengan baik. Kesimpulannya bahwa sebagian besar risiko berada dalam tingkat priority 1 dan substantial sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian secepatnya untuk mengurangi risiko yang ada. Saran yang dapat diberikan adalah sektor pertanian bekerja sama dengan pemerintah untuk melakukan realisasi upaya pengendalian, mengadakan risk assessment secara rutin, sosialisasi tentang K3, dan pengadaan APD.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 101/13 Ern r
Uncontrolled Keywords: risk assessment
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
DESRINA ERNAWATI, 100911131UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAbdul Rohim Tualeka, Dr.., Drs., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 08 Nov 2013 12:00
Last Modified: 15 Jun 2017 18:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23142
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item